Ledeng Kantor BAZ Nyaris Diputus

PASAR MANNA, BE – Gara-gara 3 bulan menunggak tagihan rekening PDAM, aliran ledeng di Kantor Badan Amil Zakat (BAZ) Manna BS yang terletak di UPRT Ghalib Pasar Manna hampir saja diputus oleh pihak PDAM Tirta Manna. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wib kemarin. Saat itu petugas dari PDAM yang berjumlah 4 orang mendatangi Kantor BAZ untuk menagih tunggakan rekening PDAM. Namun pihak BAZ mengaku belum memiliki uang sehingga pihak PDAM sudah berencana memutus aliran air PDAM ke kantor tersebut. Kabag Pemutusan dan Penagihan PDAM Iskandar SE yang didampingi oleh Kasubbag Keuangan Beni Hasan mengungkapkan, Kantor BAZ sudah menunggak terhitung bulan Nopember dan Desember 2011 sampai Januari 2012. Besarnya tunggakan tersebut sebanyak Rp 244 ribu. “Karena Kantor BAZ ini sudah nunggak 3 bulan maka kami mau memutus sambungan ledegnya,” katanya. Sementara Bendahara BAZ Maulia Syarif meminta kebijakan PDAM menunda pemutusan karena uang untuk membayar tagihan tersebut belum ada. Dia mengaku masih menunggu dana dari APBD 2012 cair. “Kas BAZ masih kosong, kami baru bisa bayar setelah pencairan dana APBD,” katanya. Namun pihak PDAM tidak mau tahu, karena sudah menunggak maka jaringan air bersihnya harus segera diputus. Untung saja sebelum pemutusan dilakukan, Ketua MUI Bengkulu Selatan H M Misrah datang. Secara spontan dia menyanggupi untuk membayar tunggakan rekening PDAM tersebut. Dikatakannya, jika pihak PDAM memutus sambungan PDAM sangat disayangkan, karena kantor BAZ akan kesulitan air bersih.  “Sayang kalau diputus, nanti kalau mau mendaftar PDAM nanti sulit. Jadi biar saya yang membayar tunggakan tersebut,” katanya. Menurut data PDAM, ada sekitar 200 pelanggan di BS yang menunggak pembayaran rekening PDAM. Sebab itu, mulai Selasa lalu pihak PDAM telah bergerak melakukan penagihan langsung ke rumah pelanggan yang menunggak, jika tidak mampu membayar jaringan air bersih ke rumah itu langsung diputus. “Hingga siang kemarin sudah ada 15 pelanggan yang sambungannya kita dicabut karena sudah 3 bulan tidak mau membayar,” ujar Iskandar.(369)