Kurir Sabu Dituntut 16 Tahun dan Denda Rp 3 M

Ist/BE – Sidang tuntutan terdakwa kurir sabu Muhamad Ali Imron

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Pengadilan Negeri Bengkulu melakukan sidang tuntutan terhadap perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh terdakwa Muhamad Ali Imron, Selasa (28/6).

Dalam sidang yang berlangsung, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Bengkulu Dinar Hadi menuntut hukuman pidana penjara pada terdakwa Muhamad Ali Imron selama 16 tahun dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, serta denda sebesar Rp. 3 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Disampaikan Dinar Hadi dalam persidangan, terdakwa dinyatakan bersalah tanpa hak atau melawan hukum dengan menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanamam lebih dari lima gram. Sebagaimana diatur dalam pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Lebih lanjut, terdakwa Muhamad Ali Imron yang berperan sebagai kurir ini saat dilakukan penangkapan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu didapati barang bukti sebanyak 3 paket besar narkotika jenis sabu dengan merek Guanyiwang yang disimpan di dalam tas saat melintas di jalan Curup-Lubuk Linggau pada bulan Ferbruari 2022 lalu.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa yakni Hilatus Saadah mengungkapkan akan menyiapkan materi untuk pembelaan atau pledoi terhadap terdakwa dalam sidang lanjutan. Hilatus juga menyampaikan, tuntutan yang cukup lama diberikan JPU pada kliennya ini lantaran barang bukti yang didapat cukup banyak pada saat itu.

“Tuntutan yang memberatkan terdakwa ini adalah barang bukti yang saat dilakukan penangkapan itu kurang lebih sebanyak 3 Kilogram narkotika jenis sabu. Langkah selanjutnya kita akan siapkan pembelaan untuk meringankan hukuman terdakwa,” kata Hilatus Saadah. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*