Kurban Dorong Ekonomi Daerah

duit
foto : ist

Perputaran Uang  Ratusan Miliar

PERPUTARAN uang dari penjualan hewan kurban selama hari Raya Idul Adha 1439 H di Provinsi Bengkulu mencapai kurang lebih Rp 150 miliar. Hal tersebut secara langsung telah mendorong perekonomian daerah. Pakar Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof Lizar Alfansi SE MBA PhD mengatakan, hari raya Idul Adha selain memiliki nilai secara spritual juga berdampak bagi ekonomi secara langsung.

“Adanya perayaan kurban memiliki berbagai dampak positif seperti mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan ketahanan pangan dan permintaan hewan ternak,” kata Lizar, kemarin (23/8).

Hari raya Idul Adha, akan selalu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di dalam meningkatkan sektor peternakan. Hal tersebut dapat terjadi mengingat hampir sepanjang tahun di Provinsi Bengkulu selalu membutuhkan hewan kurban dalam jumlah yang tidak sedikit.

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu ada sekitar 13.200 hewan kurban yang disembelih. Puluhan ribu hewan kurban tersebut terdiri dari sapi sekitar 6 ribu ekor, kambing 6 ribu ekor, kerbau sekitar 1.000 ekor, dan domba 2 ekor.  “Potensinya ekonominya cukup besar karena hewan kurban dijual dengan harga yang bervariasi,” terang Lizar.

Seperti diketahui, harga hewan kurban dipasaran bervariasi, untuk jenis sapi di pasaran berkisar sekitar Rp16 juta sampai Rp18 juta per ekor sementara itu harga kambing dan domba sekitar Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per ekor serta kerbau mencapai kurang lebih Rp 25 juta sampai Rp 30 juta.

Bahkan hampir setiap tahun, harga hewan kurban selalu mengalami kenaikan. “Peningkatan harga hewan kurban itu setahun sekitar 10-20%, ini adalah sebuah potensi yang dapat dimanfaatkan oleh daerah, apalagi permintaannya sepanjang tahun selalu naik,” ujar Lizar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Drs H Bustasar MS MPd mengaku, hampir setiap tahun terjadi peningkatan jumlah hewan kurban yang disembelih. Bahkan untuk tahun 2018 ini mengalami peningkatan jumlah kurban hampir mencapai sekitar 20%. “Menurut data kami pada Idul Adha 2017 lalu, jumlah hewan kurban sebanyak 5.602 ekor dan tahun ini bertambah hampir 1.000 ekor,” ujar Bustar.

Pihaknya mengaku, peningkatan jumlah hewan kurban ini menjadi salah satu indikator meningkatnya ketaqwaan masyarakat Provinsi Bengkulu. Selain itu, peningkatan jumlah hewan kurban tersebut juga salah satu indikator peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. “Kalau hewan kurban meningkat maka ketakwaan dan kesejahteraan di Bengkulu juga bagus,” tutupnya.

Selain meningkatkan ketakwaan, idul Adha juga menjadi momen perbaikan gizi masyarakat. Terutama balita dan anak-anak yang mengalami kekurangan atau gizi buruk. Dikutip dari detik.health.com, dokter hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Wasito, mengatakan saat ini, tingkat konsumsi daging di Indonesia saat ini masih sebesar 11,6 kg/kapita/tahun. Angka ini jauh dibawah konsumsi ideal sebesar 34,19 kg/kapita/tahun.

“Pemerintah dan masyarakat bisa saling bantu untuk mencukupi kebutuhan gizi, sebelum terjadi defisiensi kalori dan protein,” katanya.

Protein, terutama jenis alfa-laktalbumin, merupakan bahan dasar penyusun otak dan neurotransmitter. Bayi memerlukan protein sebesar 10 gram/hari, yang menjadi 13 gram/hari saat menginjak usia 1-3 tahun, dan 19 gram/hari saat memasuki tahap pra sekolah. Selain daging, protein juga bisa diperoleh dari ikan, susu, telur, dan kacang-kacangan.

Daging juga menjadi sumber lemak untuk perkembangan saraf, penglihatan, daya ingat dan kecerdasan anak.  Selain itu, lemak menjadi bahan utama penyusun lapisan pelindung sel saraf. Kebutuhan lemak mencapai lebih dari 30 persen dari total kalori pada usia kurang dari dua tahun. Jumlah ini menjadi 30-40 gr/hari saat anak berusia lebih dewasa.

Zat gizi lain yang disediakan daging adalah nutrisi mikro bagi tubuh. Nutrisi ini meliputi zat besi, zink, yodium, selenium dan vitamin D, kolin, dan folat. Kebutuhan zat besi dalam tubuh mencapai 7-10 mg/hari, yang berisiko menurunkan kecerdasan anak jika kekurangan.(999/dtk)