Komitmen untuk Maju, FEB Unib Melaksanakan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas

Foto : melta/BE
Foto bersama seusai Penandatanganan Pakta Integritas oleh Ketua Tim Zona Integritas FEB Unib, Dr Retno Agustina Ekaputri yang didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Yefriza dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dewi Rahmayanti.

BENGKULU, bengkuluekspress.rakyatbengkulu.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu (Unib) melaksanakan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Pencanangan dilakukan oleh Inspektur Jenderal Kemendikbudristek, Dr Chatarina Muliana Girsang SH SE MH dan disaksikan oleh para undangan melalui zoom meeting yang dilaksanakan di Ruang Aula Gedung Fakultas Ekonomi (FEB) Unib, Jumat (16/02) kemarin.

Dekan FEB Unib sekaligus Ketua Tim Zona Integritas FEB Unib, Dr Retno Agustina Ekaputri SE MS mengatakan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) adalah fakultas pertama di Universitas Bengkulu yang menjadi pilot project pertama maju untuk zona integritas.

Ini sebuah komitmen yang dilakukan bersama untuk kemajuan, yang akan dinilai untuk menjadi institusi yang berintegritas. Untuk menunjukkan kewibawaan maupun keintegritasan maka kita harus menunjukkan dari diri sendiri dulu dan berkomitmen bebas dari korupsi, birokrasi yang bersih, dan sebagai abdi negara yang siap melayani. “Mudah-mudahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat menjadi contoh untuk diikuti oleh fakultas lain,” harap Retno

“Saya bersyukur hari ini secara resmi sudah bisa melaksanakan pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih di wilayah FEB Unib,” imbuhnya.

Kegiatan ini adalah puncak dari proses yang sudah lama kami lakukan. Sebelumnya kita didampingi dengan inspektorat jenderal untuk penilaian seluruh aspek dalam membangun zona integritas. Maka tidak berhenti sampai disini, untuk kedepan prosesnya akan terus dievaluasi terhadap kinerja kami dalam 6 area perubahan demi menuju membangun zona integritas.

Tak hanya itu proses yang di lakukan harus melewati target-target seperti membuat role model dan membuat pelayanan menjadi lebih baik. “Di SK bulan april lalu bulan mei kami bergerak untuk membenahi semua yang ada,” kata Retno.

Ini adalah tantangan buat kami, kami sangat optimis karena kegiatan yang ditargetkan sudah dilakukan selama ini, hanya saja kami kurang mendokumentasikannya dan kurang mensosialisasikannya. Praktek-praktek baik selama ini sudah kami lakukan sebelumnya, tinggal saja diikuti sesuai peraturannya seperti format, pelaporan, pengawasannya dipantau dan kami ingin dipantau maupun didampingi terus untuk itu,” ujarnya.

Tak hanya itu, Retno juga mengatakan, selain FEB, ada 61 universitas lain termasuk universitas di LA maupun negara lain yang ikut berkompetisi. “Saya berharap kami lolos sehingga dapat mengikuti tahap-tahapan berikutnya dan kami berharap juga saran dan masukkan masyarakat karena peran masyarakat juga penting dalam membangun FEB Unib,” tutupnya.

Undangan VVIP yg hadir secara virtual dan memberikan sambutan serta dukungan diantaranya M. Soleh (DPR RI), Ahmad Kanedy (DPD RI), Hamkah (Sekda Provinsi Bengkulu), Prof Ridwan Nurazi (Rektor UNIB), dan Dr. Digit sudjatmiko (Ketua Tim Reformasi Birokrasi Unib).(Cik13)