Kisah Motivator JEP yang Rudapaksa Belasan Siswa SPI Diangkat di Podcast Deddy Corbuzier

FOTO Wikipedia: Julianto Eka Putra

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Kasus dugaan asusila yang dilakukan oleh motivator ternama Julianto Eka Putra (JEP) yang juga pendiri Sekolah gratis Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang berlokasi di Batu Malang kembali mencuat setelah diangkat di podcast Deddy Corbuzier.

Baru beberapa jam pada Rabu (6/7), Deddy mengupload di chanel Youtube-nya, sudah  lebih 1 juta orang yang menonton dan 15 ribu lebih komentar. Dalam popdcast ini Deddy menghadirkan 2 orang narasumber yang merupakan perempuan mantan siswi di SPI yang didirikan JEP pada tahun 2003 lalu.

Kedua perempuan  yang mengenakan masker ini menceritakan kesedihan mereka ketika mengingat pelecahan seksual yang mereka alami dilakukan oleh JEP. Modus yang dilakukan JEP ini dengan cara memanggil siswinya kemudian diberi motivasi dan akan dijadikan orang sukses.

JEP kemudian merangkul korban lalu meminta anggap seperti ayah sendiri, lalu korban dipeluk. Awalnya korban tidak berpikir aneh-aneh terhadap JEP, dan berpikir positif karena latar belakang JEP yang merupakan motivator.

Korban kemudian kaget setelah pipinya dicium. JEP lalu kembali mengatakan, anggap seperti ayah sendiri. Korban merasa mulai aneh. Selanjutnya JEP mencium bibir, sehingga korban merasa shock. Korban yang kala itu masih SMA, lalu dibawa dan dimotivasi harus bisa mengangkat ekonomi keluarga.

Sebulan kemudian, JEP memanggil korban kembali dan memotivasi lagi. JEP memepet korban dan meraba bagian sensitif korban.  Hanya saja korban bingung dan terdiam dan tidak berani melawan. JEP selanjutnya menyuruh korban kembali ke asrama.

Pada hari selanjutnya korban pertama kali dirudapaksa oleh JEP. “Tangan saya ditarik ke ruangan, bingung saya tidak mengerti. Seperti yang kemarin saya ceritakan, didorong, suruh buka baju saya, nyiumin, megang (maaf) payudara saya, terus dilepas celana,” ujar korban sambil menangis terisak.

Sementara salah satu korban juga disuruh oral seks. Korban diintimidasi di sekolah oleh pelaku. “Saya sudah menolak, karena saya tidak pernah melakukan itu, tetapi tetap dipaksa,” ujar korban.

Pernah Dilaporkan Tahun 2021

Di sisi lain, berdasarkan penelusuran Bengkuluekspress.com. sebenarnya JEP ini pernah dilaporkan pada Juni tahun 2021 lalu. Melansir salah media online di Jombang, 15 orang siswa SPI melalui Komnas Perlindungan Anak pernah melaporkan JEP ke Polda Jatim mengenai kekerasan seksual, kekerasan fisik, serta eksploitasi ekonomi yang dilakukan saat korban masih bersekolah di SPI.

Laporan tersebut juga didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu tanggal 30 Mei 2021. Hebatnya hingga kini kasus tersebut tidak ada tindak lanjutnya.

Untuk diketahui, JEP ini merupakan motivator, bahkan pernah mendapatkan penghargaan dari Kick Andy, serta dua film tentang siswa yang sekolah di SPI diangkat dengan judul Say I Love You dan Anak Garuda.(redaksi)