Kemiskinan Bengkulu Menurun, Tetapi Masih Termiskin Kedua di Sumatera

Foto Suary/BE : rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem oleh BAPPEDA

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu pada tahun 2021 mengalami penurunan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bappeda Isnan Fajri dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Provinsi Bengkulu 2022 bertempat di Hotel Mercure Selasa (7/6). Dari sebelumnya tahun 2020 angka kemiskinan sebesar 15,30% menjadi 14,43% pada tahun 2021 meskipun sedang dilanda Covid – 19.

“Angka kemiskinannya menurun meskipun terdampak Covid-19, dari 15% turun menjadi 14,43%, ungkap Isnan Fajri, Selasa (7/6).

Menurut Isnan hal tersebut dikarenakan banyak sektor di Provinsi Bengkulu merupakan perkebunan dan pertanian serta sektor – sektor yang tidak terlalu terdampak Covid – 19. Sehingga membuat tidak membuat angka kemiskinan naik, belum lagi ditambah banyaknya bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat.

“Sebenarnya Provinsi Bengkulu tidak terlalu berdampak Covid – 19, hal itu karena sektor mata pencaharian di Provinsi Bengkulu tidak terlalu terdampak seperti sektor perkebunan, pertanian dan sektor yang tidak terlalu terdampak terhadap covid-19 belum lagi banyaknya bantuan yang masuk dari pemerintah tingkat desa, kabupaten, provinsi bahkan pusat dan swasta,” sambungnya.

Jika dilihat dari angka kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu jumlah penduduk miskin mencapai 291,79 ribu orang (14,43 persen), berkurang sebesar 14,19 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2020 yang sebesar 305,98 ribu orang (15,30 persen).

Isnan juga menyampaikan kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi ada Kabupaten Seluma, kemudian disusul Kabupaten Kaur dan Bengkulu Selatan kemudian Kota Bengkulu. “Termiskin 4 besar itu Seluma, Kaur, Bengkulu Selatan kemudian Kota Bengkulu,” pungkas Isnan.

Meskipun mengalami penurunan Isnan mengakui jika Bengkulu masih berada diurutan nomor dua di Pulau Sumatera setelah Aceh sebesar 15,53 dan masih jauh dari angka persentase nasional hanya sebesar 9,71%. “Bengkulu urutan kedua setelah Aceh dalam angka kemiskinan sepulau Sumatera,” demikian Isnan.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*