Keluarga Tolak Otopsi, Polisi Tetap Usut Kasus Gantung Diri di Lapas Bengkulu

FOTO TRI/BE – Direktur Ditreskrimum Polda Bengkulu , Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus gantung diri anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas IIA Bengkulu yang terjadi pada Sabtu (11/6) lalu.

Direktur Ditreskrimum Polda Bengkulu Kombes Teddy Suhendyawan Syarif mengatakan, awalnya pihaknya akan melakukan otopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian anak didik LPKA bernama Yogi Yosdian (18) warga Desa Bukit Makmur, Muara Sahung Kabulaten Kaur tersebut.

Namun setelah pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan keluarga korban, mereka menolak untuk dilakukan otopsi. “Keluarga tidak mau dilakukan otopsi sehingga berdasarkan hasil visum luar dari rumah sakit Bhayangkara masih kita dalami,” kata Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif, Rabu (22/6) pada bengkuluekspress.com

Berdasarkan dari hasil temuan pihak kepolisian sambung Kombes Pol Teddy, ditemukan adanya lebam atau memar yang ditemukan pada tubuh korban Yogi. Sehingga dengan temuan itu pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan.

“Dari hasil visum ada beberapa titik lebam yang ditemui pada tubuh korban makanya kita lihat dan hasil hasil visum itu, yang jelas kita tetap menerapkan praduga tak bersalah dulu. Apabila ada kejanggalan maka akan kita proses,”sambungnya.

Sementara itu, dari penyelidikan yang dilakukan pihaknya telah melakukan pemeriksaan pada beberapa saksi diantaranya, Kepala LKPA, dan para penjaga yang piket saat itu.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui bagaimana Standar Operating Procecur (SOP) terkait dengan penanganan tahanan anak di LPkA Kelas IIA Bengkulu.

“Untuk SOP kalau dari pihak kepolisian berdasarkan hasil temuan yang ada kemudian nanti akan kita tanyakan juga sop itu pada LPKA. Makanya kita lakukan penyelidikan yang nantinya akan kita tanyakan terkait sop atau pun penanganannya tahanan anak,” tutup Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif.

Sebelumnya, Yogi Yosdian ditemukan tidak bernyawa dilapas anak lantaran melakukan gantung diri. Peristiwa itu apertama kali ditemukan oleh temannya yang hendak mengambil tempat makan. Kemudian teman korban melihat korban sudah tergantung diranjang besi tempat tidur yang tidak terpakai dengan posisi kaki terlipat dan leher sudah tergantung menggunakan tali celana.

Disisi lain, korban merupakan pindahan dari Rutan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan dan baru 1 hari Pindah ke Lapas Anak Kota Bengkulu. Berdasarkan keterangan petugas kesehatan Lapas, saat tiba di Lapas kondisi korban tidak memiliki riwayat penyakit. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*