Kedepankan Pendidikan Karakter

KEPAHIANG, BE- Penanaman pendidikan karakter dinilai lebih penting dari pada meluluskan semua peserta Ujian Nasional (UN) dengan meninggalkan kesan adanya ketidakjujuran. Ketua Komisi I DPRD Kepahiang, Edwar Samsi SIp MM mengatakan, semua sekolah berhak memiliki target kelulusan hingga 100 persen, namun akan lebih baik jika sekolah memberikan pendidikan karakter. “Memiliki target kelulusan hingga 100 persen sangat baik. Namun, alangkah lebih baiknya jika semua siswa-siswi kita memiliki karakter yang baik dan menjadi generasi yang mampu mengembangkan daerah ini ke depan,” kata Edwar, Sabtu (7/04). Menurut Edwar, pendidikan karakter yang saat ini acap kali didengungkan di dunia pendidikan akan dipertaruhkan dalam kejujuran UN. “Kejujuran yang selalu dipinta pada setiap kali pelaksanaan UNbukan lagi rahasia. Masyarakat pun banyak yang membicarakan hal ini.
Dan pada tahun ini, penentuan kelulusan UN, sepertinya akan sama dengan pola yang diterapkan tahun lalu, sampai Edwar. “Nah, disinilah Kejujuran selalu diuji saat pelaksanaan UN,” Edwar menambahkan. Dikatakan Edwar, kejujuran dari peserta UN, pihak sekolah dan pemerintah yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dipertaruhkan pada pelaksanaan UN ini. “Mekanisme kelulusan UN yangmenggunakan 60:40 seharusnya dapat dipastikan benar-benar hasil murni dari siswa yang mengikuti ujian. Idealnya seperti itu, namun, apakah itu bisa diterapkan? Tentu ini menjadi PR Dikpora dan masing-masing sekolah,” jelas Edwar.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kecurangan yang dilakukan dalam pelaksanaan UN menjadi indikator ketidakjujuran dalam sistem pendidikan di Indonesia khususnya di Kepahiang. “Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kita lihat dari berbagai pemberitaan media, untuk mencapai target kelulusan 100 persen, banyak pihak sekolah terindikasi melakukan praktik manipulasi nilai ujian. Kita akui sejak UN diberlakukan, banyak permasalahan yang terjadi. Tentu kita harapkan pada pelaksanaan UN yang direncanakan pada 16-19 April mendatang bisa menjadi lebih baik,” demikian Edwar. (505)