Kebiasaan Makan Orang Indonesia yang Sering Bikin Sakit

Hidup sehat harus dimulai dari hal-hal kecil, termasuk memilih menu makan. Sebagian besar orang Indonesia punya kebiasaan-kebiasaan buruk dalam kaitannya dengan pemilihan menu makan yang jika diabaikan diam-diam bisa jadi penyakit.

Mengatur menu makan dengan kandungan nutrisi yang seimbang sebenarnya sangat mudah dilakukan. Jika dahulu ada semboyan 5 sehat 5 sempurna, sekarang ada acuan terbaru yang memberikan penjelasan lebih mendetail yakni piramida Pedoman Gizi Seimbang (PGS).

Kebiasaan-kebiasaan orang Indonesia yang sering mengacaukan piramida tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Nasi segunung, protein sedikit

Sama seperti gula, karbohidrat merupakan sumber energi atau semacam bahan bakar bagi tubuh. Asupannya tentu harus disesuaikan dengan aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari, agar kelebihan bahan bakar itu tidak ditimbun dalam bentuk lemak.

Kebiasaan buruk sebagian orang Indonesia saat makan adalah belum puas kalau karbohidratnya belum nendang, terutama bagi yang biasa makan nasi. Akibatnya banyak orang jadi gemuk karena kalau makan, porsi nasinya sangat banyak sementara protein dari lauk-pauknya sangat sedikit.


2. Sedikit-sedikit sambal

Kandungan vitamin C dan capcaisin di dalam cabe sebenarnya bagus untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker di dalam tubuh. Namun dalam jumlah berlebihan, cabai yang merupakan bahan dasar sambal bisa menyebabkan iritasi di saluran pencernaan.

Dr Ari Fahrial Syam, konsultan lambung dan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo pernah mengatakan bahwa orang dengan riwayat sakit maag harus hati-hati saat makan sambal. Betapapun sukanya, kalau sedang sakit maag maka makanan pedas dan asam sebisa mungkin harus dihindari.

 

3. Kebanyakan santan
Beberapa makanan khas Indonesia seperti gudeg, gulai dan rendang banyak menggunakan santan sebagai kuah dalam proses memasak maupun penyajiannya. Adanya santan dalam masakan-masakan itu memang dapat memberikan citarasa khas, semacam sensasi gurih yang lezat.

Menurut Dr Ari, konsumsi daging yang berlebihan akan semakin meningkatkan risiko GERD (Gastro Esophagial Reflux Disease) jika dimasak dengan santan berlebihan. Karena itulah pada saat-saat tertentu seperti lebaran, banyak orang mengalami gangguan pencernaan

 

4. Gila-gilaan makan jeroan
Berbagai jenis organ dalam seperti hati, jantung dan juga usus banyak dikonsumsi orang Indonesia sebagai alternatif menu makan. Sebut saja sate usus di angkringan, sambal goreng hati di setiap hajatan, serta babat di warung-warung soto Betawi maupun restoran Padang.

Bukan hanya jeroan kambing dan sapi, segala macam jeroan termasuk hati dan usus ayam diketahui mengandung senyawa purin yang sangat tinggi. Di dalam tubuh manusia, purin ini dimetabolisme atau diubah menjadi asam urat yang jika berlebihan lalu mengkristal bisa memicu serangan gout.


5. Kurang makan buah dan sayur. Buah dan sayuran merupakan sumber serat utama yang sangat bermanfaat dalam proses pengaturan kadar gula dalam darah serta membantu menurunkan kadar kolesterol. Makanan yang mengandung serat akan membantu memperlancar keluarnya kotoran penyebab kanker di usus.
Sayur-mayur masih banyak dikonsumsi orang Indonesia lewat lalapan, urap dan sejenisnya. Namun nutrisi tertentu seperti beberapa jenis vitamin tidak cukup hanya dari sayur, melainkan harus didapat dari buah-buahan terutama yang berwarna-warni.(**)