Keberadaan MUI Berikan Kemaslahatan Umat Islam

BENGKULU, BE – Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga keagamaan dan moral serta menjadi tenda besar umat Islam Indonesia dirasakan betul kehadirannya, salah satunya dalam mengatur sosial kemasyarakatan melalui fatwa-fatwanya yang memberikan kemaslahatan umat Islam.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah saat menghadiri dan menyampaikan sambutan pada Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Bengkulu Masa Khidmat 2020-2025, di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Jum’at (08/10) malam lalu.
“MUI ini tempat berkumpulnya para ulama, ormas-ormas Islam, cendikiawan Islam yang memberikan kemaslahatan dalam hal hubungan manusia antar manusia terutama yang seiman. Sehingga pemerintah dan masyarakat membutuhkan arahan yang jelas dalam sosial kemasyarakatan itu,” ujar Rohidin.
Lanjut Gubernur Rohidin Mersyah yang juga akrab dengan para ulama ini, MUI yang salah satu tugasnya sebagai mitra pemerintah jelas sangat dibutuhkan seluruh lapisan pemerintah, yaitu butuh kritik, saran dan nasihat yang esensinya sama dengan fatwa. Dan tentu kritik, saran dan nasihat esensinya seperti fatwa yang penuh pemahaman itu harus didasari tanggungjawab dan kepedulian.
“Maka harapan saya melalui pertemuan seperti ini tugas dan fungsi MUI Bengkulu sebagai mitra pemerintah dapat dijalankan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Bengkulu, Prof Rohimin, baru dilaksanakan Ta’aruf dan Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Bengkulu masa khidmat 2020-2025, lantaran terjadinya penundaan musyawarah daerah (musda) karena suasana pendemi Covid-19.
“Jadi baru di 2021 ini kita laksanakan musda dan pengukuhan dewan pimpinan oleh Ketua MUI Pusat. Untuk itu saya mengajak seluruh jajaran pengurus, mari kita laksanakan amanat ini sesuai tupoksi MUI,” jelas Rohimin.
MUI memiliki 3 tugas besar yaitu mempertahankan agama, mengawasi dan melayani umat khususnya umat Islam dan ketiga partner penguasa atau pemerintah. Karena MUI ini pengurusnya itu dari latar belakang ormas yang berbeda, yang bervariasi, ada unsur ulama, unsur umara dan juga cendikiawan, maka yang kita lakukan adalah penyamaan persepsi
“Sehingga keberadaan MUI itu selalu berkolaborasi dan bersinergi bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (151)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*