Kasus Tambang di Benteng, Belum Ada Tersangka 

FOTO TRI/BE – Direktur Ditrekrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Aries Andhi

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Kasus dugaan korupsi pertambangan kabupaten Bengkulu Tengah yang ditangani Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus saat ini masih terus bergulir ditahap penyidikan dan belum ada penetapan tersangka.

Direktur Ditreskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Aries Andhi menegaskan, kasus ini akan terus diproses dan dalam penyidikan ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan juga saksi-saksi yang dalam hal ini menyeret salah satu mantan bupati di Provinsi Bengkulu.

Saat ini perkembangan kasus dugaan korupsi pertambangan di kabupaten Bengkulu Tengah sedang menunggu hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh pihak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu.

“Artinya tidak serta merta menghitung kerugian negara tetapi juga melakukan verifikasi baik dari para saksi mupun terlapor. Sehingga nanti dapat disimpulkan bahwa apa yang menjadi kerugian negara itu nantinya bisa dipertanggungjawabkan,” kata Kombes Pol Aries Andhi, Rabu (22/6) pada bengkuluekspress.com

Selanjutnya dari hasil perhitungan kerugaian negara itu, penyidik akan menyimpulkan dari verifikasi-verifikasi yang dilakukan oleh BPKP untuk menentukan siapa saja yang akan menjadi tersangka dalam kasus ini.

Sementara itu untuk pemeriksaan terhadap terlapor yakni mantan bupati Benteng, dirasa cukup oleh Kombes Pol Aries Andhi.

“Kita saat ini belum tetapkan tersangka, nanti setelah kesimpulan dari verifikasi semuanya baru kita tentukan siapa-siapa yang akan berpotensi menjadi tersangka. Secara umum gambarannya sudah ada, yang perkiraan kerugian negaranya mencapai Rp. 600-700 miliar,” tutup Kombes Pol Aries Andhi.

Sebelumnya penyidik Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu telah menaikan status perkara menjadi penyidikan bersamaan dengan peringatan Hari Anti Korupsi tahun 2021 lalu. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*