Kantor Bahasa Bengkulu Gelar Bimtek BIPA

BENGKULU, BE- Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Dr. Iwa Lukmana MA, membuka bimbingan teknis (bimtek) penyelenggaraan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang digelar Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Sabtu (15/7).

Dalam kesempatan itu, Iwa Lukmana menyampaikan dukungan penuh atas kontribusi para pegiata BIPA di Bengkulu. Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk memajukan aksi para pegiat BIPA, sekaligus memartabatkan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.

“Bimtek ini salah satunya bertujuan untuk menginternasionalisasi bahasa Indonesia, sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 24 tahun 2009. Untuk kegiatan ini Badan Bahasa dibantu Unit pelaksana tugas baik Balai mapun Kantor bahasa yang ada di 30 provinsi termasuk Bengkulu, ” katanya.

Iwa Lukmana menegaskan, bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, dan saat ini sudah tersebar di 40 negara sudah menyelenggarakan program BIPA. Penyebaran program tersebut dibantu warga Indonesia yang berada di luar negeri, atau orang-orang asing yang pernah bersentuhan dengan orang Indonesia. Kedepan penguatan jejaring kemitraan BIPA ini akan terus ditingkatkan.

“Sebagai regulator, saat ini kita telah menyusun regulasi, standar kompetensi untuk pengajar BIPA, ” jelasnya.

Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Dra. Dwi Laily Sukmawati SPd MHum melalui Ketua Panitia Pelaksana, Zainal Arifin Nugraha SS menuturkan, BIPA merupakan salah satu program kantor Bahasa Bengkulu. Sebagai unit pelaksana tugas memfasilitasi layanan keprofesionalan ke BIPA-an dan penyelenggaraan kegiatantersebut berkelanjutan.

“Pada 2022, layanan Ke BIPA-an sudah dilakukan sebanyak tiga kali, yakni memfasilitasi bahan ajar, pengajaran dan yang terakhir dengan memberikan bimtek penyelenggara program BIPA di Kota Bengkulu, ” imbuhnya.

Tujuannya Bimtek tersebut, agar di Provinsi Bengkulu memiliki lembaga yang menyelenggarakan BIPA secara khusus. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada lembaga di Bengkulu yang menyelenggaraan BIPA secara khusus. Hal ini ditenggarai beberapa faktor, seperti masih terbatasnya warga negara asing.

“Harapannya pada 2022 ada lembaga yang dapat menyelenggarakan program BIPA secara khusus, ” ujarnya penuh harap.

Bimtek tersebut digelar selama tiga hari. Dalam kegiatan tersebut para peserta diberikan materi kegiatan, seperti tes tertulis. Dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr Arono MPd menyampaikan materi tentang teknik pengembangan model BIPA dan Evaluasi Pembelajaran BIPA. Sri Ningsih selaku Direktur Lembaga Puri Bahasa Yogyakarta menyampaikan materi penyelenggaraan llembaga BIPA dan Staf Pustanda dengan materi Standar KOmpetensi Pengajar dan Pemelajart BIPA. (247)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*