Jembatan Rp 3,6 Miliar Dibongkar

BENTENG, BE – Pengerjaan jembatan di Desa Paku Haji Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) molor dari jadwal yang ditentukan. Jembatan senilai Rp 3,6 miliar tersebut nyaris ambruk saat dalam proses pengerjaan.
Akibatnya, seluruh kerangka jembatan terpaksa dibongkar dan akan dipasang ulang oleh kontraktor pelaksana.
Rencana awal, proyek yang mulai dikerjakan awal tahun 2021 itu selesai 100 persen pada bulan September lalu.

IST/BE
DIBONGKAR: Jembatan dengan nilai proyek Rp 3,6 miliar di Desa Paku Haji Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dibongkar dan akan dipasang ulang.

“Sejak beberapa hari lalu, kontraktor sudah mulai membongkar kerangka jembatan secara bertahap. Jembatan akan dibongkar habis,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Benteng, Samsul Bahri SPd MM.
Dijelaskan Samsul, pelepasan rangka baja pada jembatan membutuhkan waktu cukup lama. Sejak dikerjakan Senin lalu, sudah 3 segmen dibuka dari total 12 segmen pada rangka jembatan.
“Jembatan memang sengaja dijatuhkan ke sungai. Kalau di atas akan sulit untuk dibongkar. Sebab, semuanya dikerjakan secara manual,” jelasnya.
Dalam kondisi seperti ini, lanjut Samsul, pihaknya memberikan penambahan waktu atau perpanjangan kontrak selama 50 hari kepada kontraktor untuk menyelesaikan proyek jembatan. Yaitu, PT Karang Nio Karya. Jembatan akan diseting kembali. Rangka yang masih bisa dipakai akan dimanfaatkan dan jika ada yang tak bisa gunakan maka akan dipesan lagi ke pihak pabrikasi atau penyedia rangka.
“Dengan adanya perpanjangan kontrak, kontraktor dikenakan denda yang nominalnya sesuai aturan. Penambahan waktu tak mengurangi masa pemeliharaan selama 6 bulan,” jelasnya.
Secara teknis, Samsul menuturkan, jembatan yang dibangun merupakan jenis jembatan semi permanen berlantai papan. Jembatan memiliki panjang 31 meter dan lebar 6 meter. Menghindari kegagalan dalam pemasangan, Samsul menegaskan, BPBD menginstruksikan kepada pemborong agar meminta bantuan dari tim khusus yang direkomendasikan pihak pabrikasi rangka.
Selain itu, kami akan benar-benar melakukan pengawasan terhadap pekerjaan kontraktor. Sekarang ini, 2 orang kepala tukang dan tim ahli standby di lokasi sampai proyek rampung.
“Untuk pemasangan baru, akan melibatkan tim dari pabrikasi. Strategi pembuatan jembatan di lokasi rawan bencana banjir memang membutuhkan strategi yang benar-benar matang,” terangnya.
Ditanya soal adanya material yang diduga tak sesuai spesifikasi, Samsul menuturkan, pihaknya akan melakukan pengecekan secara keseluruhan sebelum serah terima pekerjakaan nanti.
“Sebelum PHO, kita akan cek semua. Jika ada lantai atau material lain tak sesuai RAB, harus diganti,” pungkas Samsul.
Diketahui, pembangunan jembatan di Desa Paku Haji bersumber dari dana BNPB. Semua itu atas usulan BPBD Benteng lantaran Desa Paku Haji merupakan rawan banjir. Bahkan, jembatan gantung yang selama ini digunakan oleh masyarakat sudah tampak miring akibat dihantam kayu saat banjir bandang tahun 2019 lalu.
Dengan adanya jembatan baru yang dibangun lebih tinggi dari aliran sungai, masyarakat tetap bisa keluar dan masuk desa ketika banjir besar terjadi.
Saat ini, masyarakat setempat masih bisa memanfaatkan jembatan lama yang berada tepat di samping jembatan yang sedang dibangun tersebut. Meskipun berukuran lebih kecil, konstruksi jembatan tampak kokoh membuat masyarakat tak ragu untuk melintas meskipun membawa beban berat. Seperti tandan buah segar (TBS) sawit, kayu dan material lainnya.
“Harapan kami, jembatan yang baru dibangun secara kokoh. Jangan sampai, kegagalan konstruksi mengakibatkan nyawa masyarakat melayang. Akibat insiden jembatan ambruk saat proses pengerjaan, masyarakat kami takut melintasi jembatan tersebut. Maunya kami, jembatan diganti dan dibangun jembatan permanen,” demikian Kades Paku Haji, Asri Junianto. (135)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*