Jalan Provinsi di Bengkulu Utara dan Benteng Masih Rusak Parah

Foto Hendrik/ BE – Anggota Komisi lll DPRD Provinsi Bengkulu Tantawi Dali, S. Sos. M.M.

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Jalan provinsi yang berada di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah (Benteng), rusak dan belum tertangani secara baik. Hal itu dikatakan anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten BU dan Benteng, Tantawi Dali, S.Sos, MM, Rabu (23/6).

“Hampir sekitar 80 persen ruas diwilayah Bengkulu Utara dan Benteng masih rusak parah. Jika ada yang mengatakan kerusakan hanya tersisa sekitar 50 persen lagi, itu saya pastikan hoax,” kata Tantawi.

Politisi NasDem itu mengatakan, pihaknya turun kelapangan langsung meninjau dan melihat masih banyaknya ruas jalan provinsi yang rusak.

“Saya tegaskan kerusakan tersebut tidak kurang dari 80 persen. Kalau tidak percaya, Gubernur ataupun OPD terkait bisa mengecek langsung,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, buktinya,aspirasi masyarakat juga masih didominasi perbaikan infrasruktur. Mulai dari jalan, jembatan, irigasi, dan lainnya.

“Jika kondisi infrastruktur itu sudah cukup baik, pasti tidak ada lagi masyarakat yang meminta pembangunan atau rehabilitasi ruas jalan provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini harus menjadi catatan bagi Pemprov Bengkulu. Terlebih
perbaikan jalan yang diminta masyarakat, di Kabupaten Benteng ruas jalan Lubuk Sini-Lubuk Durian, Tugu Hiu-Pelajau dan beberapa ruas jalan provinsi lainnya.

Kemudian di BU, lanjutnya ruas jalan Kerkap-Batas Lebong, dan Lais-Arga Makmur dan jalan lama yang menghubungkan Batik Nau-Ketahun, dimana masyarakat meminta agar diambil alih Pemprov.

“Kondisi ruas jalan ini seharusnya menjadi perhatian serius Pemprov, walaupun dalam realisasinya dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.

Mengingat, sambungnya, ruas jalan provinsi yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan Benteng ini paling panjang ketimbang kabupaten/kota lainnya di provinsi Bengkulu.

“Di BU itu saja lebih dari 700 KM panjangnya, belum lagi di Benteng,” bebernya.

Ia menambahkan, dengan fakta ini seharusnya Kabupaten Begkulu Utara dan Benteng ini dialokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur secara proporsional. Kalau tidak, usulkan agar pusat yang membangunnya.

Sebelumnya, Kadis PUPR Provinsi Bengkulu, Ir. Mulyani mengatakan, terkait pembangunan infrastruktur berupa jalan dan jembatan bakal dilakukan secara bertahap.

“Kita sangat mengerti harapan dari rekan-rekan anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Sejauh ini kita berupaya mengakomodirnya, karena kita menyadari ini termasuk kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (HBN)