Izin PUB Dicabut, ACT Bengkulu Tetap Jalan Seperti Biasa

Foto Suary/BE : Tri Wanti Pandeswari BM ACT Bengkulu, saat diwawancarai wartawan di kantornya.

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Menanggapi pemberitaan terkait gaji fantastis dan fasilitas mewah oleh pimpinan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebelumnya berujung pada pembekuan izin Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) oleh Kementerian Sosial,┬áBranch Manager (BM) ACT Bengkulu Tri Wanti Padneswari, mengatakan, hal tersebut karena pemotongan biaya operasinal hasil dari PUB seharusnya maksimal sebesar 10% sedangkan pihaknya melakukan pemotongan minimal 13,5% dari setiap hasil donasi.

“Sekarang yang kita hadapi pembekuan izin PUB untuk ACT oleh Kementerian Sosial yang mulai berlaku hari ini, Izin PUB dicabut karena maksimal dari aturan untuk operasional 10% sedangkan kita minimal rata – rata 13,5% untuk seluruh brand ACT,” ungkap Wanti, Rabu (6/7).

Hal tersebut mengakibatkan pengumpulan donasi untuk berbagai program tidak bisa dilakukan. akan tetapi Wanti menyampaikan untuk kegiatan yang sudah diagendakan akan tetap berjalan karena dana dari pengumpulan donasi sebelumnya sudah ada.

“Kegiatan pengumpulan donasi tidak bisa kita lakukan, saat ini Pengurus Pusat masih mengurusi hal tersebut. Tapi untuk kegiatan yang lain kita masih jalan sekarang,” kata Wanti.

Kemudian untuk jumlah pengumpulan donasi oleh ACT Bengkulu, Wanti menyampaikan selalu berbeda setiap tahunnya karena tergantung tren filantropi yang sedang berkembang dan enggan menyebutkan nominal jumlah donasi berbentuk uang.

Selain itu dia juga menyampaikan bahwa pengelolaan donasi dilakukan secara terpusat oleh pengurus pusat, sedangkan didaerah hanya melakukan pengumpulan dan pendistribusian yang melalui mekanisme pengajuan.

“Kalau di Bengkulu pengumpulan donasi kita fluktuatif ya, tergantung tren filantropinya, jadi berbeda – beda setiap tahun karena donasi yang berupa barang tidak kita hitung kalkulasi nilainya. Dalam pengelolaannya hasil donasi tergantung tujuan bantuannya, jadi sebelum disalurkan kita akan melakukan pengajuan ke pusat,” jelas Wanti.

Untuk Jumlah anggota ACT Bengkulu berjumlah 7 orang, sedangkan untuk selebihnya adalah relawan dari MRI sekitar 1.500-an yang tercatat dan tersebar di Provinsi Bengkulu, untuk kepengurusan relawan di tingkat kabupaten sudah ada 8, hanya ada dua wilayah yang belum terbentuk struktur relawan.(CW2/Suary).

Adapun beberapa program yang akan dijalankan dan tetap berjalan oleh ACT Bengkulu,

1. Setiap bulan beras untuk 20 panti asuhan atau jompo, 31 karung kali 20 kilo dengan total 620kg perbulan.
2. Operasi makan gratis setiap bulan.
3. Operasi atau sedekah pangan setiap jum’at.
4. Layanan kesehatan.
5. Distribusi wakaf Al-Quran.
6. Pembangunan asrama putri pesantren di Enggano.
7. Kurban untuk jumlahnya kita masih menunggu, untuk pengajuan 10 titik yang tersebar.