Izin Perumahan Diperketat, Developer Wajib Miliki Kajian Hidrologi

Iman/ BE – Kepala Dinas Perkim Kota Bengkulu, I Made Wardana

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Perkim mulai memperketat syarat bagi developer yang ingin melakukan pengembangan perumahan. Tahun ini pemkot akan mengeluarkan tambahan syarat bagi developer yakni harus memiliki pendampingan kajian hidrologi dari konsultan hidrologi untuk mengurangi dampak banjir.

Kadis Perkim Kota Bengkulu I Made Wardana mengatakan dengan adanya pendampingan hidrologi akan diketahui saluran di suatu kawasan termasuk genangan apakah dibutuhkan atau tidaknya peningkatan lantai kawasan dan dibuatnya kolam retensi. Mengingat kawasan di Kota Bengkulu masih banyak dataran rendah yang rawan banjir.

“Kita menambahkan syarat harus memiliki pendampingan hidrologi bagi developer. Jika sudah memiliki kajian ini pihak pengembang juga harus mempresentasikan hasil kajian ke tim 5 yang terdiri dari BPBD, PUPR, DLH dan Dinas Perizinan. Jika sudah, pemerintah kota baru akan mengeluarkan izin perumahan,” jelas Made, Kamis (07/07).

Karena ketatnya proses perizinan perumahan baru di kota Bengkulu, dalam 2 tahun terakhir pemerintah kota hanya mengeluarkan 15 izin perumahan. Hal itu disebabkan banyak developer perumahan yang tak mampu menyelesaikan kajian hidrologi atau kajian tidak diterima oleh tim 5.

Saat ini pun developer perumahan yang terkena banjir diminta untuk menyediakan lahan agar dibuatkan kolam retensi. Kolam retensi ini nantinya dihibahkan ke pemkot untuk melanjutkan pemeliharaan. Kolam retensi dibuat sebagai pengurangan dampak banjir di suatu perumahan karena dapat menampung debit air banjir serta melakukan resapan. (Imn)