Irigasi Rusak, Sawah Terbengkalai

TERBENGKALAI: Sawah di Desa Ganjuh, Pino ini terbengkalai lantaran tidak digenangi air sehingga tidak bisa digarap.

PINO, bengkuluekspress.com – Kondisi irigasi rusak dan tak kunjung diperbaiki menyebabkan sawah tidak bisa digarap. Hal ini terjadi di lahan hamparan Batau Baru, Desa Ganjuh, Pino. Dengan kondisi tersebut ratusan hektar sawah warga terbengkalai.

“Bagaimana mau digarap, airnya tidak ada,” keluh Nopran Sarupi, tokoh masyarakat setempat.

Dikatakan Nopran, sawah di ataran tersebut luasnya tidak kurang dari 500 hektar. Warga yang menggarap sawah di hamparan tersebut tidak hanya warga Desa Ganjuh, Pino, namun ada juga warga desa tetangga. Bahkan ada juga warga dari Kecamatan Ulu Manna, Seginim hingga kecamatan Air Nipis. Hanya saja karena irigasi yang rusak dan tak kunjung diperbaiki. Sawah menjadi kering dan tidak bisa digarap.

“Sudah dua kali musim tanam ini sawah di ataran tersebut terbengkalai,” sesalnya.

Dengan kondisi tersebut, dirinya khawatir petani sawah setempat kekurangan bahan makanan. Sebab mereka tidak dapat menghasilkan beras. Lantaran sawah mereka tidak bisa diharap. Oleh karena itu, dirinya berharap baik Gubernur Bengkulu sebagai putra asli Bengkulu Selatan, maupun Bupati BS, DPRD Provinsi dan DPRD BS dapat memperhatikan nasib para petani di ataran sawah tersebut. Dirinya meminta agar Pemda Provinsi atau Pemda BS dapat mengalokasikan dana untuk perbaikan saluran irigasi di ataran itu. Sebab ratusan bahkan ribuan warga BS menggantungkan nasibnya pada sawah di ataran tersebut.

“Sawah di Ganjuh ini masih juga masuk wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu Negara Indonesia, tolong juga perhatikan kami,” tandas Nopran. (369)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*