Investor Bangun Jalur Kereta

BENGKULU, BE – Rel kereta api Bengkulu-Sumsel akan mulai dibangun pertengan 2012 ini. Investasi tersebut dilakukan oleh PT Samsung, yang bermarkas di Korea. Rel tersebut akan menghubungkan antara rel kereta api dari Tanjung Enim Sumsel – menunju Linau dan Pulau Baai Bengkulu. Kemarin, Direktur Umum PT Mandala yang merupakan rekanan PT Samsung datang ke Bengkulu melakukan perundingan di ruang asisten II Sekprov. Kadishubkominfo Provinsi Ir Ali Berti LN mengatakan pembangunan rel kereta api sepanjang 160 km ini guna menghubungkan antara Tanjung Enim Sumsel dan Bengkulu dalam hal pengangkutan batu bara yang akan diekspor melalui pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. “Investasi yang akan digelontorkan PT Samsung, mereka mampu menggelontorkan Rp 50 triliun,” katanya.

Dia juga mengatakan PT Samsung juga telah menyiapkan Rp 500 miliar untuk pembebasan lahan di 7 kabupaten di Bengkulu dan Sumsel. Sedangkan izin yang akan dikeluarkan selama 30 tahun. “Banyak manfaat atas rencana ini terutama bagi Sumsel dan Bengkulu. Karena nanti, hasil bumi baik Bengkulu dan Sumsel akan mudah diangkut dengan kereta. Setiap 50 Km akan dibuat stasiun pengangkutan barang,” katanya. Menanggapi keraguan masyarakat terhadap investasi tersebut, Direktur Utama PT Mandala Joko Sudibyo mengatakan bahwa pihaknya akan membuktikan. Pihaknya tidak perlu banyak bicara, tetapi akan bekerja menyusul sudah disetujuinya pembangunan rel kereta api tersebut antara Bengkulu-Sumsel. “Proyek ini akan menjadi sorotan nasional. Tidak perlu dikhawatirkan, karena kami siap berinvestasi,” katanya. Namun, Joko Sudibyo sendiri merupakan salah seorang pentolan yang pernah bekerja pada PT Phataway Internasional (PI). Sehingga kebenaran dari investasi besar-besaran tersebut masih diragukan karena track record PT Phataway Internasional, yang gagal melakukan pengerukan terhadap alur Pelabuhan Pulau Baai. “Dia memang orang Phataway, tetapi sudah keluar. Tapi data-data yang digunakan data lama, yang pernah digunakan PT Phataway. Sekarang beliau berada di PT Samsung,” kata Ali Berti. (100)