Intensifkan Sosialisasi Flu Burung

SUNGAI SERUT, BE – Flu burung masih menjadi ancaman bagi masyarakat Kota Bengkulu. Terlebih ada beberapa warga menolak unggasnya dimusnahkan karena tidak mendapatkan ganti rugi. Sehingga unggas yang tidak dimusnahkan tersebut, akan menjadi ancaman serius, karena berada tidak jauh dari ayam warga yang mati mendadak.Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu harus bekerja keras. Sehingga sosialisasi terhadap serangan flu burung harus lebih diintensifkan, agar tidak sampai menular kepada manusia.Hal tersebut diakui oleh Kadis Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu, Ir Arif Gunadi. Menurutnya, penolakan warga terhadap pemusnahan jenis unggas miliknya karena tidak adanya ganti rugi, cukup beralasan. Namun hal ini juga menurut Arif perlu disampaikan kepada masyarakat akan bahayanya flu burung.“Sebelum menyerang kepada manusia, maka unggas memang harus dimusnahkan. Karena sangat berbahaya bagi manusia. Untuk itu memang dibutuhkan kesadaran bagi masyarakat, agar ikhlas memusnahkan unggasnya demi keselamatan bersama,” imbaunya.Arif juga mengungkapkan, bahwa anggaran untuk ganti rugi juga masih belum ada kejelasan. Namun pihaknya masih berupaya agar ada ganti rugi, walaupun jumlahnya masih belum sesuai dengan harapan masyarakat. “Flu burung sudah cukup membahayakan, korban jiwa juga sudah ada. Dengan sosialisasi yang akan kami lakukan ini, agar masyarakat bisa memahami bahaya serangan virus (H5N1) tersebut,” jelasnya.Masyarakat yang enggan memusnahkan unggasnya, maka Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu, mengambil uji sampel. Jika nantinya berdasarkan hasil uji sampel unggas warga positif flu burung, maka mau tidak mau harus dimusnahkan. (160)