Ini Beberapa Penyebab Lakalantas Selama Lebaran

FOTO RIO/BE – Arus mudik lebaran tahun 2022 di Bengkulu saat mengalami kemacetan

Bengkulu,bengkuluekspress.com – Selama pelaksanaan operasi Ketupat Nala tahun 2022, Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu mencatat jumlah kecelakaan berlalu lintas secara keseluruhan dari masing-masing Polres dan jajaran di Provinsi Bengkulu saat arus mudik lebaran ada sebanyak 15 kejadian.

Dikatakan Direktur Ditlantas Polda Bengkulu Kombes Pol Sumardji, dari kejadian itu tak sedikit yang mengalami luka, baik ringan maupun berat serta meninggal dunia. Sedangkan untuk evaluasi dari lalu lintas sendiri, berjalan aman dan terkendali.

Namun meski pengaturan lalin berjalan lancar, sambung Kombes Pol Sumardji, ada beberapa titik spot jalan mengalami kemacetan lantaran ada mobil yang terperosok dan memakan badan jalan.

“Untuk evalusasi lalin, baik pengaturan maupun kelancaran kamtibselcarlantas aman terkendali. Terutama di Kabupaten Kepahiang, adanya mobil tangki LPG yang terperosok dan memakan badan jalan sehingga mengalami kemacetan dari dua arus jalan,” kata Kombes Pol Sumardji, Selasa (10/5).

Sementara itu, untuk evaluasi dari pelaksanaan ketupat nala tahun 2022 khususnya di Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu, Ia menuturkan ada beberapa faktor yang harus dievaluasi seperti infrastuktur, edukasi pada masyarakat dan human eror yang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri.

Selain faktor manusia, faktor jalan Bengkulu yang saat ini masih banyak mengalami kerusakan menjadi salah satu penyebab dalam kecelakaan lalu lintas. Sehingga kedepan, Kombes Pol Sumardji berharap agar infrastuktur jalan Bengkulu dapat diperbaiki.

“Evaluasi tahun kedepan berkaitan dengan jalan atau infrastruktur, edukasi terhadap masyarakat yang mana ketaat masyarakat dalam menaati peraturan lalu lintas. Karena salah satu faktor penyebab laka lantas itu adalah tidak taatnya dalam mematuhi peraturan lalu lintas khususnya roda dua,” tutup Kombes Pol Sumardji. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*