HUT Mukomuko Diwarnai Demo

MUKOMUKO,BE – Rapat paripurna istimewa dalam rangka HUT Kabupaten Mukomuko ke 9 tahun, diwarnai aksi unjuk rasa oleh puluhan warga eks tranmigrasi Desa Agung Jaya (SP6) Kecamatan Air Majunto. Aksi demo itu dilakukan warga dari SP 6 menuju kantor Bupati Mukomuko menggunakan kendaraan roda empat. Mereka juga membawa spanduk dan karton yang bertuliskan berbagai macam tudingan terhadap pemerintah yang intinya mereka menuntut adanya perbaikan birokrasi, APBD untuk rakyat, serta hapuskan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). Sementara itu, dari pantau BE aksi dimulai pukul 08.44 WIB. Awalnya aksi para pendemo ingin masuk ke gedung Pemkab Mukomuko untuk bertemu bupati. Namun upaya itu tidak bisa mereka lakukan karena puluhan aparat kepolisian dan Satpol PP sudah bersiap menghadang para pendemo. Awalnya pihak Pemkab Mukomuko ingin menerima wakil dari peserta demo, namun ditolak. Pendemo minta bupati yang langsung turun dan menemui mereka. Hanya saja permintaan pendemo tidak bisa dituruti karena para pejabat tengah menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD. Mengetahui hal itu, para pendemo pun menuju ke gedung DPRD. sempat terjadi aksi dorong antara pendemo dengan aparat kepolisian, karena para pendemo memaksa untuk masuk ke gedung DPRD. “Jangan halangi kami pak polisi. Kami ingin bertemu dengan bapak kami (Bupati Mukomuko.red) dan wakil rakyat yang duduk di legislatif,” ujar para pendemo yang dikomandoi Paryono.

Sementara itu, meskipun terjadi aksi demo di luar gedung, rapat paripurna tetap berjalan lancar dan aman sampai selesai. Sementara para pendemo tetap menunggu diluar gedung DPRD tepatnya di jalan lintas perkantoran komplek Pemkab MM. Sedangkan aparat kepolisian terus berjaga, supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Setelah paripurna selesai, para pendemo akhirnya menemui Bupati Mukomuko. Setelah diberikan jawaban para pendemo itupun membubarkan diri. Adapun peryataan sikap dari para pendemo diantaranya, utamakan kepentingan rakyat, perbaiki birokrasi supaya sehat dan bersih, gunakan APBD untuk rakyat, budayakan kemandirian jangan mengedepankan hutang, jangan bebani rakyat dengan pungutan, percepatan penyelesaian pertanahan dan tapal batas, hilangkan nepotisme. Sementara itu Bupati Mukomuko Drs H Ichwan Yunus CPA MM didampingi Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Mukomuko Yanzuri Nawawi SE sangat menyayangkan atas tindakan puluhan warga SP 6 tersebut, dimana aksi yang dilakukan berketepatan dengan hari istimewa yakni paripurna istimewa dalam rangka HUT Kabupaten Mukomuko yang ke 9. “Seharusnya hal itu tidak perlu terjadi. Bisa dibicarakan ataupun diselesaikan secara informal dan baik-baik. Kita kan tau sendiri, Bupati Mukomuko selalu terbuka kepada rakyatnya. Baik itu rakyat disilakan untuk datang ke kantor maupun ke rumdin yang selalu terbuka untuk rakyatnya,” sesalnya.(900)