Harga TBS Anjlok, Pemerintah Lakukan Penataan Sistem dari Hulu Hingga ke Hilir

Foto Suary/BE : Bupati Bengkulu Utara Mian diwawancarai wartawan saat meninjau stand pameran usai pelantikan APDESI.

Bengkulu bengkuluekspress.com – Pemerintah Pusat sedang melakukan penataan sistem komoditas kelapa sawit dari hulu hingga ke hilir untuk menstabilkan harga tandan buah sawit (TBS) dan minyak goreng.

Diungkapkan untuk oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Panjaitan, untuk saat ini Pemerintah Pusat sedang mengkaji untuk menurunkan tarif pajak ekspor sehingga Crude Palm Oli (CPO) bisa kembali segera diekspor sehingga dapat menstabilkan harga dalam waktu dekat.

“Senin nanti akan saya bawa dalam rapat terbatas dengan presiden, kalo pajak ekspor diturunkan nanti Senin kita rapatkan semoga keputusannya bagus sehingga tanki kosong dan bisa dibeli,” ungkap Luhut, Selasa (12/7).

Untuk penanganan komoditas kelapa sawit dan minyak goreng menurutnya perlu langkah – langkah komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga ke hilir yang saat ini Pemerintah sedang melakukan penataan sistem digitalisasi sehingga transparan dan dapat dilakukan pengendalian harga dengan cepat jika terjadi gejolak.

“Penanganan kelapa sawit dan minyak goreng harus terintegrasi dan komprehensif, jadi kita kedepan tidak bisa didikte lagi, kita buat sistem transparan dan digital sehingga dari hulu kehilir nyambung, nanti bisa dilakukan pengendalian harga baik harga tbs dan minyak goreng,” ujar Luhut.

Tetapi dirinya tidak menampik adanya faktor dari luar negeri yang turut mempengaruhi harga komoditas kelapa sawit. Hal tersebut dikarenakan memang sawit sudah menjadi komoditas global, jika terjadi gejolak di pasar global maka di Indonesia pun akan berpengaruh.

Selain itu komoditas minyak matahari di Ukraina yang selama ini menjadi pesaing komoditas kelapa sawit di pasar global, kemarin sempat tertutup akibat perang di Ukraina saat ini telah dibuka tentu juga ikut berdampak harga komoditas kelapa sawit di Indonesia.

“Memang perlu penyesuaian tapi saya yakin kedepan dapat kembali normal, kita tidak bisa menampik pengaruh luar negeri, salah satunya minyak bunga matahari yang selama 5 bulan kemarin tertahan trus dibuka ekspor dan pajak diturunkan tentu berdampak,” jelas Luhut.

Senada dengan hal tersebut Bupati Bengkulu Utara Mian mengatakan bahwa pada saat pertemuan 167 kepala daerah sudah melakukan pertemuan di Hotel Syahid Jakarta, terkait persoalan yang dihadapi tersebut. Dirinya meminta agar masyarakat masih harus bersabar karena masih perlu waktu stabilnya harga tandan buah segar (TBS) sawit.

“Pemerintah pusat sedang melakukan penataan sistem dan juga saat ini sedang dilakukan audit terkait usulan kepala daerah tersebut, ada 4 hal yang saat ini sedang dilakukan yaitu 20% lahan kepemilikan masyarakat, normalisasi harga tbs, hilirisasi di setiap daerah dan proses biodiesel harus ditindak lanjuti yang muaranya normalisasi harga,” tutup Mian.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*