Harga Sapi Kurban Stabil, Permintaan Alami Penurunan

Foto Suary/BE : Peternak sapi di salah satu peternakan di Tebeng, Kota Bengkulu.

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Meskipun dilanda Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), harga hewan ternak di Provinsi Bengkulu untuk kurban masih stabil.

Sadiman, salah seorang pemilik peternakan hewan di Kelurahan Kebun Tebeng Kota Bengkulu menyampaikan, harga hewan ternak sapi tergolong stabil. Jika dibandingkan tahun sebelumnya tidak jauh berbeda. Saat ini harga tertinggi bisa mencapai Rp 25 juta sedangkan terendah 17,5 juta tergantung dari ukuran dan berat sapinya.

“Untuk harga bervariasi ada yang Rp 25 juta, Rp 20 juta, Rp 18 juta dan paling rendah Rp 17,5 juta. Dibandingkan tahun kemarin harga masih cukup stabil,” ungkap Sadiman, Senin (4/7).

Sedangkan untuk permintaan memang telah mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir semenjak Covid 2020 yang lalu. Sebelumnya Sadiman mengaku bisa menjual hingga 100 ekor sapi setiap Idul Adha akan tetapi saat ini 50an ekor bahkan tahun kemarin paling tinggi 40 ekor. Dipeternakannya sendiri Sadiman mampu menampung hingga 100 ekor sapi.

“Permintaan untuk 3 tahun ini agak menurun sebelumnya bisa sampai 100 ekor, tahun kemarin paling tinggi 40, kalo sekarang udah 53 ekor, tahun ini ada 60 ekor sapi untuk kurban, sudah terjual 53 ekor,” jelas Sadiman.

Sadiman juga menyampaikan bahwa dirinya tidak terlalu takut dengan adanya PMK karena pihaknya sudah sejak tahun kemarin membeli sapi dan semuanya dari wilayah Provinsi Bengkulu tidak ada dari luar Provinsi. Selain itu dia juga menambahkan selalu menjaga kebersihan kandang agar ternak terhindar dari penyakit khususnya PMK dan pakan yang cukup serta menjaga kandang agar tidak lembab.

“Kalau bibit di sini berasal dari wilayah Bengkulu, tidak ada yang dari luar provinsi, kita selalu berusaha menjaga keberhasilan kandang setiap hari agar ternak tidak mudah terserang penyakit,” tutup Sadiman.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*