Gubernur Minta Tim ke Lapangan Terkait Masalah Tambang di Seluma

Foto Suary/BE : Penyerahan Berita acara kesepakatan hasil hearing yang diserahkan oleh Plh. Sekda Pemprov Fachriza Razie kepada perwakilan masyarakat Seluma .

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Masyarakat Pesisir Barat Seluma bersama Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu, Selasa (5/7), kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Bengkulu.

Setelah kemarin (4/7) tidak menemui hasil apapun, hari ini akhirnya menemui titik temu setelah Gubernur menyampaikan pesan suara sebagai arahan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Foto Suary/BE : Suasana aksi massa di depan kantor Gubernur Bengkulu

Setelah dilakukan aksi yang dimulai pukul 11.00 WIB akhirnya perwakilan peserta unjuk rasa diterima kembali pukul 12.30 wib oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Fachriza Razie didampingi oleh Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas LHK, Kepala Badan Kesbangpol serta Inspektur Tambang dari Kementerian ESD. Sedangkan perwakilan masyarakat, Walhi dan Mahasiswa sebanyak 11 orang.

Dalam hearing tersebut pihak Pemprov memutar rekaman suara Gubernur Bengkulu DR. drh. Rohidin Mersyah., MMA yang meminta inspektur tambang bersama masyarakat, NGO dan LSM untuk turun ke lapangan. Apabila ditemukan adanya pelanggaran maka pihaknya akan bersurat ke Kementerian ESDM untuk minta penghentian operasi atau dicabut izinnya disaat bersamaan akan melaporkannya kepada penegak hukum.

Berita acara kesepakatan

Menindaklanjuti arahan Gubernur tersebut Fachriza menyampaikan Pemprov akan turun ke lapangan yang akan dilakukan dari Dinas Energi dan Sumberdaya Alam Provinsi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat bersama masyarakat pada hari Kamis (7/7) ini.

“Akan kita tindaklanjuti hari kamis ini tim kita dari ESDM, DLHK, Kesbangpol dan Karo PemKesra serta Inspektur Tambang akan turun ke lapangan didampingi juga dengan masyarakat,” ungkap Fachriza Razie, Selasa (7/7).

Di sisi lain Pico Pudiansa Inspektur Tambang Kementerian ESDM yang ditugaskan di wilayah Bengkulu menyampaikan pihaknya akan melihat objek permasalahannya terlebih dahulu dan meminta dukungan data awal dari masyarakat yang tadi telah diberikan. Apabila nanti ditemukan pelanggaran menurutnya akan dibahas nanti karena tidak bisa dibahas sepihak.

Foto Suary/BE : Suasana hearing diĀ 

“Kita akan melihat langsung objek permasalahannya dan tadi kita sudah minta dukungan data dari masyarakat, apabila ada pelanggaran kita akan bahas nanti, tidak bisa sepihak kita memutuskannya,” ujar Pico.

Sedangkan M. Franky Wijaya selaku perwakilan Walhi menyampaikan, dengan rencana kesepakatan untuk meninjau ke lapangan hari Kamis nanti menunjukkan bahwa tim terpadu yang sebelumnya dibentuk Pemprov tidak memiliki data atau mungkin tidak pernah melakukan peninjauan ke lapangan.

“Pemprov sebenarnya sudah membentuk tim terpadu, akan tetapi peninjauan ke lapangan pada hari kamis ini menunjukkan bahwa tim terpadu tidak bekerja selama ini,” kata Franky.

Selain itu Franky juva menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan data awal berupa foto dan video aktivitas dan dampak yang dilakukan PT. Faming Levto Bakti Abadi.

“Tadi kami juga sudah menyampaikan data berupa foto dan video, belum data analisis karena nanti akan kita buka usai peninjauan ke lapangan,” tutup Franky.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*