Gratis Saja Tidak Mau, Apalagi Bayar

Soal Vaksin Berbayar

 

Foto Hendrik / BE – Anggota Komisi lV DPRD Provinsi Bengkulu Drs. Gunadi Yunir.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Anggota Komisi lV DPRD Provinsi Bengkulu Drs. Gunadi Yunir menyoroti wacana yang disampaikan kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu bahwa vaksinasi Covid-19 pada tahun 2022 mendatang bakal berbayar.

Politisi PPP itu mengatakan, pihaknya meminta agar pemerintah daerah mempercepat pemerataan vaksinasi di Provinsi Bengkulu ketimbang mewacanakan vaksinasi berbayar di tahun 2022 mendatang.

“Kita tidak ingin ini berlarut-larut, harapan kita vaksin ini selesai dan virus covid-19 tidak ada di Bengkulu,” ujar Gunadi.

Ia mengungkapkan, untuk stok vaksin di Provinsi Bengkulu saat ini dinilai masih tersedia dan banyak yang belum terpakai. Apalagi, diketahui vaksin yang ada di Provinsi Bengkulu sudah mendekati masa kedaluarsa jika tidak segera diberikan kepada masyarakat.

Menurutnya, jika wacana itu memang benar akan direalisasikan tidak menjadi persoalan. Namun, ketimbang hal itu dilakukan lebih baik pemerintah lebih gencar mengedukasi dan gencar sosialisasi agar masyarakat mau divaksin.

“Vaksin gratis saja masyarakat susah untuk divaksin, apalagi berbayar. Karena, saat ini sebagian masyarakat takut untuk divaksin dan masyarakat sudah tidak percaya akan virus covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu H. Herwan Antoni, M. Kes, mengatakan, bahwa tahun 2022 mendatang vaksinasi Covid-19 akan berbayar.

“Ketika program vaksinasi masal ini selesai tentu akan berbayar, jika tidak dipercepat saat ini,” kata Herwan.

Ia mengajak masyarakat Provinsi Bengkulu untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19. Pasalnya, saat ini vaksin cukup tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) dan secara gratis.

“Bagi masyarakat kita ayo cepat divaksin, karena vaksin sekarang tersedia gratis dan pemerintah menjamin ketersediaan vaksin tersebut,” ujarnya. (HBN)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*