Grand Max Terjun Ke Sungai

Ist/Bengkulu Ekspress. Mobil Daihatsu Grand Max yang meluncur ke sungai Desa Sekiau Kecamatan Batiknau, Minggu (27/5/2018).
Ist/Bengkulu Ekspress. Mobil Daihatsu Grand Max yang meluncur ke sungai Desa Sekiau Kecamatan Batiknau, Minggu (27/5/2018).

BATIKNAU, Bengkulu Ekspress – Buruknya infrastruktur jalan di Desa Sekiau Kecamatan Batik Nau Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu akhirnya memakan korban. Tanjakan Timlek dengan kondisi jalan berbatu dan tanah kuning membuat satu unit kendaraan Daihatsu Grand Max Nomor Polisi (Nopol) BD 9880 SC dikemudikan oleh Sandi Wijaya (20) warga Desa Bukit Makmur terjun ke jurang sedalam 15 meter dan masuk ke dalam sungai di desa setempat.



Kejadian ini, diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 Wib, Minggu (27/5/2018). Bahkan, hingga sore mobil belum berhasil dievakuasi dari dasar sungai lantaran kondisi debit air sungai yang cukup tinggi.

korbanBeruntung, korban hanya mengalami luka lecet dan langsung dibawa di Puskesmas Unit 6 Batik Nau lantaran mengalami trauma dan sesak nafas.

‘’Memang sudah terjadi laka tunggal di tanjakan Timlek Desa Sekiau Kecamatan Batik Nau yang membuat satu unit kendaraan Grand Max masuk ke dalam sungai,’’ ujar Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi WN SH SIK MM melalui Kasat Lantas, AKP MS Fuad Rangkuti SH SIK dikonfirmasi Bengkulu Ekspress, Selasa (27/5).

Kronologis kejadian berdasarkan data terhimpun, Grand Max yang dikemudikan Sandi melaju dari arah Ulak Tanding menuju Sekiau. Namun, ketika menuruni tanjakan Timlek, mobil korban melaju dalam kecepatan yang cukup tinggi, hingga tak mampu dikendalikan dan masuk ke dalam jurang sedalam 15 meter dan tenggelam didasar sungai. Hal ini, lantaran kondisi jalan licin akibat hujan dan jalan yang hanya dikoral serta tertimpun tanah kuning.

‘’Agar kendaraan tidak hanyut terawa harus sungai, warga sudah mengikatkan tali di badan kendaraan,’’ ungkap Kasat Lantas.

Warga setempat, Rasuli yang ketika itu berada ditanjakan Timlek menyampaikan kondisi tanjakan yang sangat berbahaya. Karena, jalanan hanya dilapisi koral dan sangat licik ketika hujan. Bahkan, sudah sering warga yang mengendarai sepeda motor terpeleset ketika menuruni tanjakan tersebut. Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi jalan agar tidak timbulnya korban berikutnya.

‘’Saya waktu itu sedang antri untuk turun dari tanjakan. Karena, memang harus satu persatu untuk turun, lantaran kondisi jalan yang licin. Ketika itu, mobil Grand Max yang menuruni bukit tidak mampu melakukan pengereman hingga masuk ke jurang,’’ pungkasnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah akibat kendaraan yang rusak parah dan masih berada di dasar sungai. Untuk itu, dihimbau kepada pengendara lain agar berhati-hati ketika melintas di jalan tersebut.(Jul)