Gempa Masih Mengancam

BENGKULU, BE – Gempa berkekuatan besar menggetarkan sejumlah wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Lampung, dan Bengkulu. Gempa berkekuatan 8,5 SR ini berpotensi terjadi tsunami. Gempa magnitute 8,5 SR. 11 April 2012. 15.38.29 Wib. Lokasi 2,31 LU, 92,67 BT, kedalaman 10 KM.

Berdasarkan data dari USGS, gempa ini ada di kedalaman 32 kilometer di dekat Pulau Simeuleu, tepatnya di koordinat 2,348 derajat Lintang Utara dan 93,073 Bujur Timur. Gempa terasa sekitar 3 sampai 5 menit. Dibanding gempa dan tsunami pada 2004, gempa ini lebih kecil. Saat itu gempa mencapai 9,2 skala Richter. Pun begitu kepanikan melanda warga sepanjang Pantai Barat Sumatera, tak terkecuali Bengkulu. Sebab, gempa susulan terus saja terjadi dengan kekuatan yang cukup besar. Bahkan, gempa susulan berskala 8,8 SR kembali mengguncang Aceh, sekitar pukul 17.43 WIB. Gempa berskala 8,8 SR ini berpusat di 0,78 Lintang Utara dan 92.15 Bujur Timur dengan kedalaman 483 Km di Barat Daya Kabupaten Simeulue, Aceh. Gempa berada di kedalaman 10 KM. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat gempa di Aceh kemarin terjadi sebanyak 14 kali. Dua gempa bumi di antaranya diikuti dengan potensi tsunami. Gempa ini berkisar mulai dari 6,1 SR – 8,8 SR. Gempa bumi terjadi ini Sabang, Meulaboh, Simeulue, dan Teluk Dalam. Sembilan gempa di antaranya terjadi di Simeulue. Gempa yang terjadi di Simelue dikatakan terasa paling keras. Melihat fenomena itu, BNPB mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk 5 daerah. Sepanjang pantai barat Aceh dan Sumut sekitar 1 jam. Bagian barat Sumatera Barat sekitar 1-1,5 jam dan bagian barat Bengkulu dan Lampung sekitar 2-2,5 jam. Warning ini semakin membuat panik warga. Mereka pun berhamburan mencari tempat aman dan tinggi. Ternyata benar, tsunami terjadi. Beruntung tinggi air tidak seperti saat tsunami Aceh 2004 silam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pada pukul 17.00 WIB terjadi tsunami di Sabang 0,06 meter, dan di Meulaboh (17.04 WIB) setinggi 0,8 meter.

28 Negara Waspada

Getaran gempa juga terasa hingga ke sebagian Singapura, Malaysia, India, Sri Lanka dan Thailand. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah negara menyusul gempa berkekuatan 8,5 SR yang melanda Simeuleu, Aceh kemarin. Tercatat ada 28 negara yang diimbau untuk mewaspadai kemungkinan tsunami. Selain Indonesia, negara-negara tersebut menurut bulletin tsunami yang dikeluarkan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik adalah: India, Australia, Sri Lanka, Singapura, Myanmar, Thailand, Maldives, Inggris, Malaysia, Mauritius, Reunion, Seychelles, Oman, Pakistan, Somalia, Madagaskar, Iran, Uni Emirat Arab, Yaman, Comores, Mozambique, Kenya, Tanzania, Crozet Islands, Bangladesh, Kerguelen Islands dan Afrika Selatan. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan buletin ini dikeluarkan sebagai saran bagi badan-badan pemerintah. Hanya otoritas dan pemerintah setempat yang punya otoritas untuk membuat keputusan menyangkut status kewaspadaan di masing-masing negara. Namun warning itu akhirnya dicabut setelah memastikan keadaan kembali aman. “Pengukuran permukaan laut menunjukkan bahwa ancaman telah berkurang bagi sebagian besar wilayah, oleh karena itu peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh kami dinyatakan dibatalkan sekarang,” demikian pernyataan dari Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang bermarkas di Hawaii, seperti dilansir oleh AFP, Rabu (11/4/2012).

Bukan Patahan

Mengapa gempa besar ini tidak diikuti tsunami besar sepetti yang pernah dialami Aceh pada 2004 lalu? “Umumnya tsunami besar itu bentuk patahannya naik turun. Jadi ketika ada gempa, terjadi patahan lalu airnya masuk ke dalam patahan itu. Kemudian air meluap ke atas lalu menjadi tsunami besar,” terang Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sri Woro, dalam jumpa pers di kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/4). Nah, gempa yang terjadi di Aceh pada hari ini sifatnya pergeseran alias sesar geser, bukan patahan naik turun. Sri Woro menyebutkan gempa-gempa kecil masih akan terjadi, namun belum diketahui sampai kapan akan terjadi. “Sangat jarang sekali terjadi gempa besar berturut-turut dua kali,” ucap Sri Woro. “Ini baru terjadi pertama kali gempa pertama besar, yang kedua juga besar. Pertama 8,5 SR setelah itu ada gempa lagi. Sangat jarang terjadi. Setelah gempa itu ada gempa susulan 5 kali,” papar Sri Woro. Senada disampaikan oleh Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencan (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Analisa yang dilakukan BNPB menunjukka mekanisme gempa yang menimbulkan magnitude 8,5 SR adalah sesar geser. Artinya lempeng tektonik bergeser horizontal. “Bukan sesar naik, bukan megathrust,” ucap Sutopo di kantornya, Jl Juanda, Jakarta. Lokasinya, sambung dia, berada di bagian luar daerah pertemuan lempeng. “Jadi ada pertemuan subduction (salah satu lempeng miring). Ini tempatnya di lautan seperi ini di luar. Itulah yang menuju,” terang Sutopo. Akibat gempa 8,5 SR terjadi tsunami di beberapa wilayah yakni Sabang dengan ketinggian 20 cm, Meulaboh 80 cm, dan wilayah Nias dengan ketinggian 60 cm. Situasi di Aceh pun disebutkan telah normal kembali. BMKG telah mengakhiri peringatan tsunami.(**)

Gempa di Simelue Terasa Paling Keras

1. Pukul 15:38:33 Gempa Bumi sebesar 8,5 SR terjadi di 346 km Barat Daya Simeulue pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini diikuti potensi tsunami.

2. Pukul 15:38:35 Gempa Bumi sebesar 8,3 SR terjadi di 341 km Barat Daya Simeulue pada kedalaman 42 kilometer.

3. Pukul 16:28:02 Gempa Bumi sebesar 6,5 SR terjadi di 510 km Barat Daya Simeulue pada kedalaman 10 kilometer.

4. Pukul 16:48:03 Gempa Bumi sebesar 6,1 SR terjadi di 630 km Barat Daya Simeulue pada kedalaman 10 kilometer.

5. Pukul 17:09:51 Gempa Bumi sebesar 6,1 SR terjadi di 492 km Barat Daya Simeulue pada kedalaman 10 kilometer.

6. Pukul 17:21:27 Gempa Bumi sebesar 5,7 SR terjadi di 335 km Barat Daya Simeulue pada kedalaman 23 kilometer.

7. Pukul 17:43:06 Gempa Bumi sebesar 8,8 SR terjadi di 483 km Barat Daya Simeulue pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini diikuti potensi tsunami.

8. Pukul 17:43:11 Gempa Bumi sebesar 8,1 SR terjadi di 454 km Barat Daya Simeulue pada kedalaman 24 kilometer.

9. Pukul 18:04:45 Gempa Bumi sebesar 6,1 SR terjadi di 460 km Barat Daya Simeulue pada kedalaman 10 kilometer.