Gelapkan Arisan Sejak 2018

Ary/BE
Tersangka kasus arisan bodong, BU saat pertama kali ditunjukkan ke publik pasca diamankan Senin (4/7) lalu.

CURUP, BE – Sejumlah fakta baru mulai terkuak dari dugaan arisan bodong yang dilakukan Bu (24) warga Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Curup Timur. Terbaru diketahui bahwa Bu menggelapkan dana peserta yang ia kelola sejak tahun 2018 lalu.

“Saudari Bu ini sudah mulai membuka arisan sejak tahun 2018 lalu, sejak itu ia mulai menggelapkan dana peserta atau nasabahnya,” kata Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Sampson Sosa Hutapea SIK saat mendampingi Kapolres Rejang Lebong AKBP Tonny Kurniawan SIK konferensi pers di Mapolres Rejang Lebong, Rabu (6/7).

Menurut Sampson, awalnya penggelapan yang dilakukan oleh Bu tersebut hanya sedikit yaitu dari beberapa orang anggota arisan tersebut, dua orang yang gelapkan. Awalnya arisan ditawarkan melalui status WhatsApp dan beberapa orang korban mulai mengikuti arisan yang ia tawarkan.

Seiring berjalannya waktu, peserta arisan semakin banyak sehingga ia membuka lebih banyak arisan dengan jenis mulai dari Rp 1 juta per hari, kemudian Rp 1 juta per bulan hingga Rp 30 juta per bulan dan pesertanya semakin banyak saat itu uang yang ia gelapkan semakin banyak dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kemudian untuk menutup arisan tersebut dengan sistem ponzi, yaitu uang peserta nomor dua ia gunakan untuk menutup arisan uang nomor 1,” tambah Sampson.

Setelah semakin banyak uang nasabah yang ia gelapkan, untuk mengembalikan dana-dana nasabah atau korban tersebut, awal tahun 2022 ia membuka sistem arisan oper slot dengan menjanjikan keuntungan yang lebih besar dengan hanya menggantikan orang lain yang tidak mampu melanjutkan arisan. Ternyata sistem arisan oper slot ini banyak menggunakan data fiktif.

Terungkapnya arisan bodong tersebut setelah pada tanggal 29 Juni 2022 sejumlah korban mendatangi rumah pelaku untuk menagih uang arisan. Namun pelaku tidak dapat ditemui dan para korban merasa pelaku bersama keluarganya telah melarikan diri hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rejang Lebong.
“Untuk saat ini di wilayah Rejang Lebong sendiri total korbannya mencapai 50 orang, dan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah,” tambah Kasat.

Untuk kerugian sendiri, diungkapkan Kasat Reskrim, belum bisa mereka tentukan karena mereka masih menunggu cetakan rekening koran dari tiga buku tabungan yang sudah mereka amankan sebagai barang bukti. Karena dari cetakan rekening koran tersebut pihaknya bisa mengetahui seluruh transaksi yang dilakukan oleh Bu, salah satunya saat menerima uang transferan dari nasabah atau korbannya.

Sementara itu, pasca dilakukann penangkapan pada Senin (4/7) dan dilakukan penggeledahan, petugas telah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari Bu yaitu satu unit motor Honda Scooppy, tiga buku tabungan dua diantaranya atas nama Bu dan satu atas nama suaminya, dua unit Hp, satu buah tas satu buah buku tulis berisikan catatan transaksi oper slot, satu buah buku agenda berisikan catatan arisan, uang tunai Rp 650 ribu, satu bundel bukti transaksi dari para korban dan satu unit kotak HP merk Iphone 11 Promax.

“Dalam mengelola arisan ini, tersangka ini menggunakan HP Iphone, namun dari pengakuannya HP tersebut sudah ia jual dan uangnya untuk mengganti kerugian nasabahnya,” tambah Kasat.

Hingga kemarin, Kasat juga mengaku bahwa belum ada tersangka baru ataupun keterlibatan orang lain, baik dalam kegiatan arisan itu sendiri maupun menikmati hasil uang arisan.

Atas perbuatannya, Bu akan dijerat dengan pasal 372 KHUP dan atau pasal 378 KHUP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana 8 tahun penjara serta akan dijerat dengan undang-undang perbankan dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 200 miliar.

Sementara itu, Bu yang turut dihadirkan dalam jumpa pers kemarin hanya terdiam, bahkan saat sejumlah awak media berusaha mewawancarainya, Bu hanya terdiam dan geleng-geleng, termasuk saat ditanya apakahnya ia ingin meminta maaf kepada para korban atau tidak, ia hanya menggeleng-gelengkan kepala. (251)