Fogging Tidak Efektif Atasi DBD

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Fogging atau pengasapan banyak diminta masyarakat Kota Bengkulu untuk dilakukan sebagai cara memberantas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun nyatanya, fogging saja ternyata tidak efektif untuk memberantas DBD. Bahkan, penyemprotan insektisida memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia dan bisa membunuh ekosistem serangga lainnya.

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menjelaskan, fogging bukanlah satu-satunya cara untuk membasmi DBD, fogging hanya efektif untuk kondisi kegawatdaruratan, yakni ketika kasus DBD mulai tinggi atau terjadi kejadian luar biasa (KLB). Namun, fogging tidak boleh dilakukan rutin karena bahan insektisida dalam fogging akan berdampak buruk terhadap kesehatan jika terus menerus digunakan.

“Memang banyak yang meminta, pak fogging pak, fogging itu sebenarnya bahaya, menyemprotkan racun. Ada sebuah kejadian di salah satu kelurahan di Kota Bengkulu, hanya karena dia rutin melakukan fogging per 3 bulan dan apa yang terjadi 3-4 tahun kemudian ada warganya yang menderita sakit kanker. Setelah diteliti karena dia meminum air yang tercemar oleh cairan insektisida, nah ini kan bahaya,” ungkap Dedy, Senin (27/06).

Ia menambahkan, penyemprotan dengan fogging sudah mulai dikurangi karena dinilai tidak efektif sehingga dilakukan disaat-saat mendesak saja. Masyarakat diminta mengutamakan hidup sehat dengan lingkungan yang bersih, serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk mengingat cara ini paling sederhana dan paling efektif yang bisa dilakukan semua orang dan rumah tangga untuk mencegah penularan DBD. (Imn)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*