Final Sepak Bola Ricuh

RICUH : Tampak terlihat pemain Bintang FC tersungkur di lapangan saat peristiwa kericuhan terjadi.

LEBONG, bengkuluekspress.com – Pertandingan final turnamen sepak bola, Lebong Champion League (LCL) 2021 yang mempertemukan kesebelasan Bintang FC vs Bermani Jank FC, berlangsung ricuh. Aksi baku hantam terjadi pada menit 40 babak pertama yang mengakibatkan salah satu pemain Bintang FC mengalami luka di bagian kepala dan 1 pemain mengalami cidera bagian kaki.

Setelah pertandingan kembali dilanjutkan, sekitar 5 menit pertandingan, kericuhan kembali terjadi yang diperparah antar official yang memancing keributan, sehingga pertandingan kembali dihentikan sementara lebih kurang 45 menit.

Sangat disayangkan, pertandingan yang berlangsung di GOR terpusat Kecamatan Lebong Selatan dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Lebong Drs Fahrurrozi MPd dan unsur pimpinan forum koordinasi pemerintah daerah (FIRKOMPINDA) harus berakhir ricuh. Dan melihat hal tersebut, Wakil Bupati langsung turun ke lapangan untuk mendinginkan suasana dan kemudian Wabup langsung pulang meninggalkan pelaksanaan pertandingan.

Selanjutnya, pertandingan kembali dilanjutkan setelah para pemain dan official tim memastikan tidak akan ada lagi keributan. Namun lebih kurang 10-15 menit babak ke-2 selesai, pertandingan kembali ricuh, bahkan salah seorang warga pendukung salah satu kesebelasan mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan mengejar salah satu pendukung kesebelasan lainnya yang akhirnya terjadi pengeroyokan. Pihak kepolisian harus melepaskan tembakan lebih kurang 3 kali ke udara untuk membubarkan kericuhan, beruntung tidak ada korban jiwa atas peristiwa yang dianggap sangat mengecewakan.

Sementara itu, karena kondisi tidak memungkinkan, akhirnya panitia memberhentikan pertandingan dengan kemenangan Bintang FC dengan skor 3-1 yang semuanya terjadi di babak pertama.

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Lebong, Gunawan, sangat menyayangkan atas kericuhan yang terjadi. Dimana hal tersebut sangatlah memalukan, karena seharusnya pertandingan final bisa berjalan dengan meriah, harus terjadi kericuhan.

“Saya memohon maaf kepada para penonton dan warga Lebong Atas kejadian ini,” sampainya, Kamis (20/1)

Untuk itulah, pihaknya akan berpikir ulang lagi apakah pertandingan sepak bola dalam hal ini LCL, kembali akan dilaksanakan atau tidak di tahun-tahun selanjutnya. Karena para pemain dari ke-2 kesebelasan yang sebagian besar merupakan pemain senior, namun masih belum bisa menjunjung tinggi sportivitas.

“Pastinya kami malu dan sangat malu atas kejadian ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Lebong Selatan Iptu Suroso SH melalui Kanitres IPDA Amirudin, sangat menyayangkan atas peristiwa ini, pihaknya akan melakukan pengawasan kepada salah satu kesebelasan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita menggunakan mobil patroli melakukan pengawalan dan menggunakan senjata lengkap,” singkatnya. (614)