Eks Kepala BPBD Diperiksa

GADING CEMPAKA, BE – Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu terus digeber penyidik Tipikor Polda Bengkulu. Kemarin, penyidik Tipikor melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Ali Sadikin. Kepala Badan Perpustakaan dan Arda Provinsi Bengkulu itu diperiksa selama 3 jam; dimulai pukul 9.00 WIB hingga ke pukul 12.00 WIB di ruangan Subdit Tipikor lantai 2 gedung Reskrim Khusus Polda Bengkulu. Kapasitasnya masih sebagai saksi. “Kita memerlukan keterangan Kepala BPBD Ali Sadikin untuk memperjelas kondisinya,” ucap Dir Reskrim Khusus, Kombes Pol Drs Mahendra Jaya, kemarin di ruang kerjanya. Menurut Mahendra Jaya, materi pemeriksaan terhadap pejabat Pemprov Bengkulu itu, seputar pembangunan gudang bencana yang tersebar di setiap kabupaten di Provinsi Bengkulu. Termasuk berapa besar anggaran dan kondisi fisik dilapangan serta pembebasan lahan untuk gudang bencana tersebut. ” Jika keterangannya masih diperlukan, maka tidak menutup kemungkinan penyidik akan kembali melakukan pemeriksaan,” terangnya. Sementara itu, Ali Sadikin ketika akan dikonfirmasikan yang mengenakan stelan baju batik warna merah dan celana dasar warna biru usai pemeriksaan menolak berkomentar. “Tidak, tidak, kita cuma silratulrahmi dan koordinasi saja,” kata Ali Sadikin sembari bergegas masuk ke dalam mobil dinasnya, merek Kijang Inova warna silver bernopol BD 35. Diketahui pembangunan 50 unit gudang logistik proyek Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi yang dibiayai dari APBD Provinsi Bengkulu TA 2011 Rp 25 miliar belum bisa dimanfaatkan. Hingga tutup tahun 2011, pembangunannya tak kunjung selesai. Data yang diperoleh secara keseluruhan pembangunan gudang logistik penanggulangan bencana tersebut rata- rata baru dikerjakan tidak sampai 70 persen. Pembangunan akan dilanjutkan setelah pengesahan APBD Provinsi TA 2012 mendatang. Adapun rincian realisasi pengerjaan fisik gedung logistik hingga 21 Desember 2011 di 10 Kabupaten Kota diantaranya, Kota Bengkulu terealisasi 53,67 persen dengan nilai kontrak fisik Rp 1,3 miliar, Bengkulu Tengah (Benteng) yang terealisasi 65 persen dengan nilai kontrak Rp 1,6 miliar, Bengkulu Utara terealisasi 66,80 persen dengan nilai kontrak Rp 2,36 miliar, Mukomuko terealisasi 58, 72 miliar dengan nilai kontrak Rp 3,06 miliar, Seluma terealisasi 82,65 persen dengan nilai kontrak Rp 1,99 miliar dan Bengkulu Selatan terealisasi 61,93 persen dengan nilai kontrak Rp 1,3 miliar.(111)