Edison Tepis Muscab Dadakan

RATU SAMBAN, BE – Situasi internal Partai Demokrat semakin memanas. Tak hanya di tataran dewan pengurus pusat (DPP) yang muncul upaya mendongkel Anas Urbaningrum dari kursi Ketua Umum lantaran kicauan mantan Bendahara Umum M Nazarudin. Di tingkat DPC Kota Bengkulu pun kondisinya tak jauh berbeda. Pasca batalnya Muscab Demokrat Kota, Sabtu lalu (12/2), perang urat syaraf antar kandidat yang berkompetisi merebut posisi ketua terus bergulir. Pernyataan salah satu kandidat ketua, Edhi Ismawan yang menyebut Muscab Demokrat lalu dadakan dibantah Ketua DPC Kota Edison Simbolon SSos. “Tidak benar kalau Muscab lalu itu dadakan, ” tegas Edison saat jumpa pers itu. Untuk membuktikan pernyataannya itu, Edison menghadirkan Ketua DPAC Muarabangkahulu Elisma dan Ketua DPAC Ratu Agung, Rustam Hamzah di hadapan para wartawan. Dibeberkan Edison, pelaksanaan Muscab tersebut sudah sesuai dengan surat instruksi dari DPD yang disampaikan 28 Februari 2012 dengan surat Nomor 23 DPD tahun 2012. Isinya menginstruksikan agar cepat melaksanakan Muscab selambat-lambatnya 12 Februari 2012. Bila tidak dilakukan akan diambil alih DPD.  “Mungkin yang menyampaikan bukan pengurus sehingga tidak tahu surat instruksi itu, karena surat itu diterima satu hari sebelum Muscab atau tanggal 11 Februari 2012,” tuturnya. Wakil Walikota ini pun menjelaskan kenapa sampai terjadi dualisme kepengurusan tingkat PAC.K ejadian berawal saat musda DPD mengeluarkan surat pembekuan kepengurusan dengan Nomor 9 SK DPD Partai Demokrat Bengkulu III tentang pembekuan PAC se-Provinsi Bengkulu yang diteken ketua dan sekretaris. Pembekuan terjadi karena dianggap telah melanggar AD/ART. Setelah pembekuan itu keluarlah SK baru DPD atas kepengurusan tingkat PAC. “Nama-nama yang usulkan ke DPD diusulkan DPC. Nama-nama yang saya usulkan menjadi Ketua PAC se Kota Bengkulu adalah orang-orang lama yang ikut berjuang saat Pemilu Legislatif,” terangnya. Sementara kepengurusan yang lama sempat keluar dari Demokrat dan mencalonkan diri melalui partai lain. Contohnya saja, PAC Ratu Samban yang diketuai oleh Lukman, pada tahun 2009 menjadi Caleg dari PKPI. Sesuai dengan UU politik dan aturan, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur dan digantikan dengan yang baru. Begitu juga terjadi di Muarabangkahulu Ketua PAC, Sahib menjadi Caleg dari Partai Penegak Demokrat Indonesia. Kemudian ada desakan PAC kepada DPC untuk melakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa, terjadi 5 Maret 2009, tepatnya sebelum pelaksanaan Pemilu Legislatif.Desakan itu kemudian disikapi dengan menggelar rapat pleno, dan akhirnya terjadi pergantian nama-nama Ketua PAC. ” Yang saya sampaikan adalah data dan fakta, dan tidak dibuat-buat, mereka yang kita tunjuk telah terbukti memperjuangkan Demokrat,” tegasnya. Saat ini tiba-tiba orang yang sudah dinyatakan keluar justru, oleh DPD di-SK-kan kembali sebagai PAC. ” Ada dugaan langkah itu untuk memberikan suara kepada oknum tertentu,” katanya. Sementara itu, Elisma Ketua PAC Muarabangkahulu yang diusulkan versi Edison Simbolon namun tidak mendapatkan SK dari DPD, menegaskan kalau Sahib mantan Ketua DPAC yang lama telah mengundurkan diri pada tahun 2009. Saat itu seluruh perangkat kepartaian diserahkan kepadanya yang saat itu menjabat sebagai bendahara. Sejak pengunduran Sahib, ia mengendalikan kepemimpinanya hingga pelaksanaan Pemilu Legislatif. Setelah diusulkan DPD oleh DPC justru namanya tidak di-SK-kan DPD. Senada disampaikan Rustam Hamzah, Ketua PAC Ratu Agung yang juga tidak di SK Kan DPD. “Tahun 2011 saya dipanggil ketua DPD. Saya diminta untuk membuat surat pernyataan. Karena tidak mengikuti Muscab Luar Biasa, saya saat itu menolak permintaan itu. Saya yakin tidak ada musda maka SK yang dikeluarkan DPC demokrat akan berakhir 2013 mendatang,” ujarnya. Mengenai kapan Muscab akan kembali digelar, Edison menegaskan keputusan tersebut menunggu kebijakan DPP. “Setelah melakukan rapat verifikasi pleno, dan DPP yang ikut Muscab setelah dilihat data,” ujarnya seraya menambahkan, pasca kejadian ini simpatisan Demokrat agar tetap tenang.(247)