Edin Dzeko Striker Muslim Yang Rendah Hati

Acap kali tampil sebagai pahlawan bagi Manchester City, tak membuat Edin Dzeko jumawa. Ia memilih merendah dan menginjak bumi ketimbang melangit karena pujian.

Teranyar, striker muslim asal Bosnia-Herzegovina, Edin Dzeko yang menjadi pahlawan kemenangan City, saat menggilas West Bromwich Albion, Sabtu (20/10) malam WIB. Dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris yang digelar di Stadion the Hawthorns itu, City menang 2-1 atas West Bromwich.

“Saya sangat senang bisa membantu tim menang dan menjalani peran saya,” ujar Dzeko, seperti dilansir laman resmi the Citizens.

Dua gol itu membuktikan Dzeko bukan striker kacangan dan laik dipinggirkan. Juru gedor 26 tahun itu membuktikan dirinya perkasa sebagai pemain super subCityNamun, Dzeko sendiri berharap dirinya tidak terlalu sering  menyandang ‘gelar’ tersebut.

“Saya tidak ingin selalu menjadi super sub. Saya hanya ingin bermain,” ujar mantan bomber VfL Wolfsburg itu, selepas pertandingan, seperti dilansir Daily Mail.

Ya, sepanjang musim ini Dzeko memang lebih banyak berperan sebagai pemain pelapis. Ia hanya menjadi ban serep dari dua penyerang utama, Carlos Tevez dan Sergio Aguero, atau pun Mario Balotelli.

Dalam sebelas pertandingan yang sudah dimainkannya musim ini di berbagai kompetisi, Dzeko baru empat kali tampil sejak menit awal pertandingan. Meski begitu, ia tetap bisa membuktikan kelasnya dengan mengemas enam gol.

Hebatnya, rangking gol Dzeko masih lebih baik dibandingkan tiga penyerang utama lainnya. Dan sepasang golnya ke gawang West Brom menjadi sinyat striker berpostur 191 cm kepada pelatih Roberto Mancini. Dzeko menilai dirinya pantas masuk starting eleven dan mendapat kepercayaan dari arsitek asal Italia itu.

Masuk sebagai pengganti di menit ke-79, Dzeko tampil perkasa. Ia mampu mengubah dan mendongkrak penampilan City yang sejak menit ke-23 bermain dengan sepuluh orang pascadiusirnya James Milner karena mendapat kartu merah. Saat itu City sudah tertinggal 0-1 berkat gol Shane Long di menit ke-67.

Ini ajib, baru satu menit menginjakkan kaki di atas lapangan, Dzeko berhasil memulihkan kedudukan menjadi 1-1. Dan drama injury time terjadi, setelah Dzeko mencetak gol lewat serangan balik di masa perpanjangan waktu.

Saking senangnya, Dzeko merayakan gol kemenangan dengan ekspresif. Ia membuka jersey dan berlari ke arah pendukung Manchester Biru.

Karena aksinya, wasit menghadiahkannya kartu kuning. Namun, selebrasi itu dirasa wajar mengingat situasi City yang sempat kesulitan dengan sepuluh pemain dan tertinggal satu gol. “Meskipun kami masih bisa mencetak banyak kesempatan,” ujar Dzeko mengakhiri.(**)