Dugaan Praktik Aborsi Lebih Dari Satu Kali

TRI/BE- Kasat Reskrim Porles Bengkulu, AKP Welliwanto Malau

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Dari hasil penyelidikan sementara terhadap kedua pelaku yang diduga melakukan dugaan praktik aborsi dengan menggunakan obat tanpa izin tersebut, lebih dari satu kali.

Disampaikan Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Welliwanto Malau, perbuatan praktik aborsi ini sebelumnya telah dilakukan oleh kedua pasangan kekasih berinisial TY (18) dan WI (18) saat usia kandungan masih berusia 3 bulan. Namun percobaan aborsi tersebut gagal dan janin yang ada dalam kandungan masih terus berkembang.

Meski sempat gagal, percobaan praktik aborsi itupun masih terus dilakukan oleh kedua pasang kekasih tersebut dan terakhir saat usia kandungan tujuh bulan.

“Jadi dugaan praktik percobaan aborsi ini dilakukan sudah dua kali oleh pasang kekasih ini. Pertama saat itu usia kandungan 3 dan kedua diusia 7 bulan yang saat ini tengah ditangani oleh pihaknya,” kata AKP Welliwanto Malau, Senin (27/6) pada bengkuluekspress.com

Ia menambahkan, terhadap pelaku TY dan WI saat ini sudah diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut atas perbuatan dugaan percobaan praktik aborsi.
Sedangkan untuk bayi yang saat ini telah lahir secara prematur tengah dirawat di rumah sakit guna mendapatkan penanganan secara intensif oleh pihak medis.

“Untuk pelaku laki-laki saat ini sudah kita amankan dan kita bawa ke Polres Bengkulu untuk jalani pemeriksaan. Sedangkan untuk ibu bayi atau pelaku perempuan masih menjalani perawatan dan mendampingi bayinya di rumah sakit,” sambungnya.

Sementara itu terhadap kedua pelaku ini, sambung Kasat Reskrim Polres Bengkulu telah
melanggar undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan bahwa setiap orang dilarang melakukan aborsi dan dikenakan pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan.

Diketahui sebelumnya, Unit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polres Bengkulu menerima laporan masyarakat terkait dugaan praktik aborsi yang dilakukan oleh sepasang kekasih. Dimana, keduanya telah melakukan chek in di sebuah Losmen yang berada dikawasan Sukamerindu Kota Bengkulu untuk melakukan praktik aborsi dengan cara meminum obat terlarang yang tidak dilengkapi resep dokter.

Setelah meminum obat terlarang tersebut, pelaku perempuan yakni WI mengalami pendarahan dan harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu. Setelah di rumah sakit, pelaku WI pergi ke toilet untuk buang air kecil, namun saat ditoilet WI melahirkan seorang bayi dengan berjenis kelamin laki-laki. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*