Dua Warga BS Pembawa 1 Ton Solar Ditahan Jaksa

Ist/BE – Kedua tersangka saat dilakukan pelimpahan berkas dari Ditpolairud ke penyidik pidum Kejati Bengkulu

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Penyidik Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Bengkulu melakukan pelimpahan tahap dua pada tersangka pengangkut solar subsidi tanpa memiliki dokumen resmi ke penyidik Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

Dua tersangka itu adalah TP (26) dan DS (24) yang merupakan warga Bengkulu Selatan yang saat itu ditangkap Personel Subdit Gakum Direktorat Polisi Air dan Udara (POLAIRUD) Polda Bengkulu saat melintas di Jalan Irian Kelurahan Tanjung Agung Kota Bengkulu.

Keduanya ditangkap lantaran membawa BBM Subsidi jenis solar tanpa dilengkapi dokumen perizinan sebanyak 1 ton dan langsung digelandang ke Kantor Ditpolairud Polda Bengkulu.

Dikatakan Kasi Penkum Kejati Bengkulu Ristianti Andriani, penyidik pidum Kejati Bengkulu saat ini telah menerima pelimpahan tahap dua terhadap tersangka TP dan DS.

Selain itu, kedua tersangka pengangkut BBM subsidi secara ilegal itu juga telah menjadi tahanan jaksa. “Memang benar penyidik pidum Kejati Bengkulu telah menerima pelimpahan berkas perkara kedua tersangka pengangkut solar subsidi ilegal,” kata Ristianti Andriani, Jumat (24/5).

Ditambahkan Ristianti, meski telah menjadi tahanan jaksa, terhadap keduanya saat ini dititipkan di Rutan Ditpolairud Polda Bengkulu dan Jaksa Penuntut Umum Kejati Bengkulu akan segera melimpahkan berkas kedua tersangka ke Pengadilan Negeri Bengkulu untuk menjalani persidangan.

“Untuk saat ini tersangka masih ditahan di Ditpolairud. Selanjutnya berkas kedua tersangka akan kita limpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan,” tutup Ristianti Andriani.

Diketahui sebelumnya, kedua tersangka kedapatan mengangkut BBM jenis solar sebanyak 1 ton yang diangkut menggunakan mobil blind van nomor polisi BD 9542 NCD. Saat diperiksa keduanya ini tidak bisa menunjukan kelengkapan dokumen angkutan solar tersebut. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*