DPRD Panggil Pemkot

BENGKULU, BE – DPRD Kota kambali akan memanggil pemerintah kota (Pemkot) Bengkulu dalam waktu dekat. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan belum adanya titik terang penyelesaian penebusan hasil uji lab sampel air di sekitar RS Tiara Sella beberapa minggu lalu yang dilakukan oleh lab MIPA Unib.”Rencananya Selasa (3/4) kami akan memanggil Pemda kota untuk menanyakan keseriusannya menyelesaikan masalah dugaan pencemaran di air di sekitar rumah sakit Tiara Sella,” kata sekretaris komisi II, Suimi Fales SH MH. Ia mengatakan pemanggilan tersebut dilakukan karena itikad baik Pemda kota kian tak terlihat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Padahal dalam hearing sebelumnya Pemda kota telah berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk menebus hasil uji lab pada Lab MIPA Unib, tapi saat ini janji Pemda kota yang disampaikan oleh Asisten I Dra Rosmidar tersebut belum terealisasi. “Prosesnya tidak terlalu berbelit-belit, yakni Pemda kota cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 16 juta, maka hasil uji lab sudah bisa diketahui dan akan diekspose secara terbuka untuk diketahui apakah negatif atau positif,” ujarnya.Kalau negatif lanjutnya, masalah tersebut akan dihentikan, namun jika positif maka DPRD sebagai mediator akan mencari solusi penyelesaiannya agar antara warga yang berada di sekitar RS Tiara Sella dan RS Tiara Sella tidak berpolemik yang berkepanjangan. “Dengan adanya sikap Pemda kota yang belum menebus hasil uji lab tersebut membuat masalah tersebut kian keruh, bahkan menimbulkan kekhawatiran terhadap kedua belah pihak, yakni keluarga H Anas dan Managemen RS Tiara Sella,” ungkapnya. Ia juga mengungkapkan, dengan tidak adanya kejelasan dari Pemda kota membuat keluarga H Anas bolak-balik mendatangi kantor DPRD kota dan Pemkot untuk mepertanyakan kejelasan penyelesaian masalah tersebut. “Keluarga H Anas sudah beberapa kali mendatangi dewan dan Pemda kota untuk menanyakan masalah ini,” bebernya. Sementara itu saat dikonfirmasi, Asisten I Pemkot Dra Rosmidar mengaku Pemda kota siap menyelesaikan masalah tersebut dan siap menanggung dana sebesar yang diminta oleh pihak Lab Unib. Namun pencairan belum bisa dilakukan, karena masih dalam proses. “Pencairan uang pemerintah itu tidak bisa langsung seperti uang pribadi, tapi butuh proses dan melengkapi berbagai prosedur lainnya,” tutup Rosmidar. (400)