DPRD Nilai Tidak Semua Masyarakat Siap Beli BBM Pakai Aplikasi 

Foto Suary/BE : Yurman Hamedi saat diwawancarai wartawan di ruangannya.

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu H. Yurman Hamedi, menyatakan, belum semua masyarakat siap untuk membeli BBM menggunakan aplikasi MyPertamina yang saat ini akan diuji coba di 5 provinsi di Indonesia.

Menurut Yurman, kebijakan tersebut harus memperhatikan aspek ekonomi, kesiapan sumberdaya manusia dalam mengakses dan memahami penggunaan sistem online dan terakhir apakah jaringan internet sudah merata untuk semua wilayah di Indonesia.

“Peraturan pertamina yang akan berlaku 1 Juli nanti, pembelian bahan bakar bersubsidi harus menggunakan aplikasi MyPertamina, kami kira harus memperhatikan banyak aspek dari sisi ekonomi, dari sisi kesiapan sumberdaya kita menggunakannya, dan ketiga jaringan internet apakah sudah merata kami rasa belum,” ujar Yurman, Selasa (28/6).

Dia juga menyampaikan bahwa belum semua lapisan masyarakat khususnya Bengkulu memiliki android, kemudian dari sisi melek teknologi untuk masyarakat Bengkulu belum belum semuanya bisa memahami hal tersebut, karena faktor pendidikan salah satunya kemudian yang ketiga jaringan internet yang belum merata di semua wilayah di Bengkulu. Sehingga menurutnya belum layak diterapkan secara umum dan bisa menimbulkan gejolak di dalam masyarakat khususnya Bengkulu.

“Kami melihat faktor yang harus diperhatikan yaitu kemampuan masyarakat kita apakah semuanya sudah menggunakan android atau belum. Misalnya kondisi sopir, penghasilannya apakah dapat kita pastikan semua sopir memiliki android. Kemudian apakah semua masyarakat kita sudah siap menggunakan sistem online berbasis aplikasi diandroid, saya rasa belum semua kalangan melek menggunakan teknologi secara optimal. Kemudian juga setiap orang harus melakukan memiliki saldo di bank untuk dapat melakukan pembayaran lewat aplikasi. Setelah itu apakah semua jaringan internet diseluruh wilayah Indonesia sudah merata untuk semua provider,” jelas Yurman.

Untuk diketahui, Pertaminan mengeluarkan kebijakan pembelian bahan bakar minyak subsidi menggunakan aplikasi MyPertamina yang akan diuji coba di 5 provinsi di Indonesia, antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta pada tanggal 1 Juli 2022,

Penggunaan aplikasi MyPertamina merupakan langkah memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran, maka Pertamina Patra Niaga melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina. Kebijakan sistem subsidi tertutup ini karena sampai saat ini masih ada konsumen yang tidak berhak mengkonsumsi Pertalite dan Solar. Jika tidak diatur, besar potensinya kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan mencukupi.(CW2/Suary/adv).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*