Dorong Percepat Vakasinasi, Perlu Gerakan Masif


BENGKULU, BE – Capaian vaksinasi di Provinsi Bengkulu masih cukup rendah. Dari target 1.553.792 orang mendapatkan vaksinasi, dosis pertama baru 438.855 orang atau 28,24 persen, dosis kedua baru 258.853 orang atau 16,66 persen dan dosis ketiga 7.187 orang atau 0,46 persen.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler SIP MAP mengatakan, rendahnya vaksinasi ini tentu perlu gerakan masif yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.
“Kita lihat memang masih kurang vaksinasi ini. Perlu gerakan bersama yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” terang Dempo kepada BE, kemarin (10/10).
Keterlibatan OPD teknis secara langsung menjadi penting. Karena sasaran paling banyak yang harus dilakukan oleh ialah, pelajar, masyarakat umum dan pemerintah dasa. Artinya, OPD yang berkaitkan harus mulai bergerak lebih cepat, menyasar vaksinasi.
“Seperti Dinas Pendidikan (Dinkes) itu bisa menggerakan sekolah-sekolah. Lalu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi bisa menggerakan desa-desa yang ada di Provinsi Bengkulu. Lalu Dinas Kesehatan (Dinkes) bisa menggerakan Puskesmas untuk masyarakat umum,” tambahnya.
Lebih khusus yang perlu digerakan vaksinasi saat ini, menurut Dempo ialah desa-desa. Karena sampai saat ini masih banyak masyarakat di desa-desa terpencil belum mendapatkan vaksinasi secara merata. Jikapun ada jumlah vaksinasinya juga terbatas.
“Kalau daerah perkotaan wilayah desa, mungkin sudah banyak yang dapat vaksinasi. Cuma kalau desa yang daerah dalam, ini yang masih sedikit,” tutur Dempo.
Menurut Dempo, vaksinasi ini harus cepat dikejar. Terlebih saat ini wilayah Provinsi Bengkulu bisa masuk dalam PPKM level 1. Karena di Provinsi Bengkulu, baru dua kabupaten yang sudah masuk PPKM level 1, yaitu Kabupaten Kaur dan Kabupaten Lebong. Selebihnya masih PPKM level 2. Jika 50 persen daerah di Bengkulu sudah masuk PPKM level 1, maka provinsi juga bisa masuk level 1.
“Maka untuk menurunkan level PPKM ini, selain terus memperketat prokes, vaksinasi juga harus cepat digencarkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, H Herwan Antoni mengatakan, pihaknya terus mendorong vaksinasi dilakukan. Seperti daerah terpecil, yaitu Pulau Enggano, pihaknya juga telah melakukan vaksinasi massal. Baik menyasar pelajar, maupun masyarakat umum.
“Untuk desa-desa lain, kita sudah minta kepada Dinkes kabupaten/kota, untuk menyegerakan vaksinasi,” ungkap Herwan.
Upaya percepatan vaksinasi ini, menurut Herwan tidak lain untuk menekan penyebaran wabah covid-19. Seperti saat ini saja, sudah sebulan terakhir, kasus covid-19 di Provinsi Bengkulu sudah turun. Bahkan kemarin, dari 1 hasil swab keluar, 1 orang tambahan terpapar covid-19. Sampai saat ini, hanya 61 orang lagi yang masih berjuang untuk sembuh dari wabah covid-19.
“Tambah sembuh 5 orang, sakarang tinggal 61 orang lagi yang belum sembuh,” pungkasnya. (151)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*