Ratusan Ruas Jalan Diusulkan ke Dalam DAK 2023

Foto Suary/BE : Plt Kadis PUPR provinsi Tejo Suroso saat diwawancarai wartawan.

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Usulan Dana Alokasi Kasus (DAK) perbaikan jalan tahun 2023 oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk 9 kabupaten di Provinsi Bengkulu sebanyak lebih dari 25 ruas jalan setiap kabupaten dengan total lebih dari 250-an usulan ruas jalan.

Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu mengatakan, Tejo Suroso saat rapat final penyusunan usulan program DAK di aula rapat PUPR Provinsi Bengkulu. Bahwa hari ini adalah proses sinkronisasi sehingga usulan bisa terkoneksi antara jalan kabupaten dengan jalan provinsi dan jalan provinsi terkoneksi dengan jalan nasional.

“Hanya 9 kabupaten yang dapat alokasi usulan DAK, hanya Kota Bengkulu yang tidak karena status kondisi jalan kota sudah sama standarnya dengan jalan di kota Pulau Jawa. Masing – masing usulan diatas rata – rata diatas 25 jadi sekitar 250 lebih usulan DAK provinsi, hari ini disinkronkan dengan kabupaten,” ungkap Tejo, Kamis (23/6).

Selain itu, Tejo menyampaikan untuk rencana pemeliharaan ruas jalan Provinsi sepanjang 1.560 Kilo Meter diseluruh wilayah kabupaten kota yang diusulkan untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2023 berjumlah Rp 40 M.

Tejo juga mengatakan bahwa standar pemeliharaan jalan tersebut masih jauh dari standar pemeliharaan jalan nasional sebesar 80 juta perkilo meter sedangkan Provinsi Bengkulu dengan anggaran APBD yang minim hanya mampu menganggarkan minimum sebesar 5 juta perkilo meternya.

“Untuk pemeliharaan tahun depan seluruh ruas jalan Provinsi sekitar 40 Milyar, itu jauh dari standar pemeliharaan jalan nasional 80 juta perkilo meter sedangkan kita masih 5 juta perkilo meter hal itu karena kondisi keuangan kita minim jadi dilakukan pelayanan minimum,” katanya.

Untuk skema pemeliharaan jalan yang akan digunakan yaitu tambal sulam dan padat karya, sedangkan untuk kegiatan cuci siring dan penebasan akan dilakukan secara padat karya sesuai dengan anjuran Presiden dan Gubernur.

“Tambal sulam dan padat karya, jadi nanti untuk cuci siring dan penebasan lebih ke Padat karya seperti anjuran Presiden dan Gubernur,” tutup Tejo.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*