Dimakamkan Satu Liang Lahat

 


Rizky/BE
Proses pemakaman korban kebarakan Yeni (38) serta dua anaknya Vanessa (8) dan Brandon (6) di pemakaman warga Tionghoa Bengkulu di Desa Taba Pasmah, Kecamatan Talang Empat, Bengkulu Tengah, Rabu (24/11).

BENGKULU, BE-Tiga orang korban kebakaran, Yeni (38) serta dua anaknya Vanessa (8) dan Brandon (6) dimakamkan dalam satu liang lahat di pemakaman warga Tionghoa Bengkulu di Desa Taba Pasmah, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu (24/11).
Pemakaman dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB, keluarga memutuskan tiga orang korban dikuburkan dalam satu liang. Pemakaman disaksikan ratusan orang mulai dari keluarga, sanak saudara, karyawan, pelanggan toko khatulistiwa dan sahabat korban.
Anton suami korban belum bisa berhenti menangis sejak datang hingga selesai pemakaman. Ia meminta kepada semua pihak yang mengenal istrinya untuk membuka pintu maaf sebesar-besarnya jika semasa hidup isteri dan anaknya berbuat salah.
“Pada semua yang mengantarkan ke pemakaman, saya ucapkan beribu-ribu terima kasih. Jika isteri saya Yeni anak saya Vanessa dan Brandon berbuat salah, saya mewakili meminta maaf sebesar-besarnya,” ujar Anton sembari menangis.
Sementara itu untuk Eka yang bekerja sebagai Baby Sister di toko khatulistiwa sudah dijemput pihak keluarga untuk dimakamkan di Lubuk Linggau pada Selasa (23/11) malam.
Di sisi lain, olah tempat kejadian perkara (TKP) belum bisa dilakukan di toko New Khatulistiwa Jalan KZ Abidin, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu,

RIO/BE
SIAGA: Petugas Pemadam Kebakaran (PBK) kembali melakukan penyiraman air ke dalam Toko New Khatulistiwa yang masih terdapat titik api dan kepulan asap, Rabu (24/11).

Beberapa pertimbangan belum melakukan olah TKP karena toko khatulistiwa masih mengeluarkan asap, terutama dilantai dua dan lantai tiga. Bahkan sekitar pukul 09.00 WIB, api disertai asap tebal kembali muncul dari lantai tiga toko khatulistiwa. Kejadian itu sempat membuat warga sekitar ramai, mereka kemudian menelfon petugas pemadam kebakaran terdekat yakni Pemadam Kebakaran Pasar Minggu. Setidaknya ada tiga unit mobil pemadam kebakaran standby di lokasi kejadian untuk mendinginkan bangunan sekaligus mengantisipasi api merembet ke bangunan lain. Kejadian itu sempat membuat beberapa karyawan toko baju yang ada disamping toko Khatulistiwa panik, mereka memindahkan barang dagangan sekaligus memindahkan baju. “Hari ini (Kemarin) memang belum buka, hanya memindahkan barang, listrik juga masih padam,” jelas salah satu karyawan.
Olah TKP kebakaran rencanannya akan dilakukan hari ini (Kamis 25/11). Olah TKP melibatkan tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Palembang dan tim Indonesia Automatic Fingerprint System (Inafis) Polda Bengkulu Polres Bengkulu. Upaya lanjutkan penyelidikan olah TKP harus dilakukan teliti untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, ada tidaknya unsur kesengajaan pada kebakaran tersebut. Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Yusiady SIK.
“Rencanannya besok tim dari Labfor Palembang dan tim identifikasi Polres Bengkulu melakukan olah TKP. Hari ini belum bisa dilakukan, karena masih menunggu tim dari Lampung,” jelas Kasat Reskrim.
Berdasarkan pantauan dilapangan, beberapa karyawan toko Khatulistiwa sempat mendatangi toko saat pagi hari. Tetapi sebelum pukul 08.00 WIB, karyawan yang datang ke toko semuanya pergi ke rumah duka. Mereka masih menolak memberikan komentar terkait kebakaran tersebut. Hanya saja beberapa warga sekitar menyebutkan, karyawan Toko Khatulistiwa jumlahnya sekitar 20 sampai 25 orang. Terkait keseharian almarhumah Cece Yeni, warga tersebut mengaku sangat membaur dengan masyarakat sekitar. Sering memberikan bantuan kepada warga lain yang membutuhkan. “Bisa dibilang almarhumah ini orang baik, membaur kepada masyarakat,” ujarnya.(167)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*