Dilaporkan ke Polda Bengkulu, Ini Tanggapan Management Ayu Ting-ting

FOTO TRI/BE – Pihak managemen karaoke Ayu Ting-ting saat melakukan konferensi pers melalui lembaga bantuan hukum Wira Astha Brata Nusantara

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Peristiwa dugaan meninggalnya tiga orang pengunjung karaoke Ayu Ting-ting yang meminum minuman keras oplosan saat tengah berkaraoke berbuntut panjang.

Pasca dilaporkan oleh pihak korban yakni Sara Audi warga Kabupaten Empat Lawang ke Polda Bengkulu terkait kelalaian atau kealpaan management karaoke Ayu Ting-ting beberapa waktu lalu, akhirnya pihak management buka suara.

Menyikapi laporan tersebut, Management karaoke Ayu Ting-ting melalui lembaga konsultasi bantuan hukum Wira Astha Brata Nusantara, AKBP (Purn) Komaruddin dan rekan mengatakan, pihaknya akan mengikuti proses hukum yang saat ini tengah berjalan.

Tidak hanya itu, dalam proses hukum ini pihaknya akan menyerahkan semuanya ke pihak penyidik dalam mengungkap kasus tersebut.

“Terkait laporan itu merupakan hak setiap orang kalau mau melapor silakan saja, dan buktikan. Kita akan jelaskan satu persatu bagaimana prosesnya nanti,” kata Komaruddin, Selasa (12/7) pada bengkuluekspress.com

Ia menambahkan, meski telah dilaporkan ke Polda Bengkulu hingga saat ini pihak management belum menerima surat pemberitahuan untuk dilakukan pemeriksaan oleh pihak penyidik.

Bahkan, pihak managemen karaoke Ayu Ting-ting dalam hal ini akan bersifat kooperatif dalam menyikapo laporan tersebut dan akan memenuhi panggilan pihak kepolisian apabila ada panggilan yang dilayangkan ke pihak karaoke Ayu Ting-ting.

“Kita akan kooperatif dan ini akan terang apabila proses penyelidikan sudah berjalan. Kalau memang benar katanya seperti itu silakan dibuktikan,” tutup Komaruddin.

Diketahui sebelumnya kasus ini mencuat setelah adanya informasi tiga orang yang meninggal dunia setelah meminum miras oplosan saat berada di salah satu room di karaoke Ayu Ting-ting.

Ketiganya tersebut adalah Ayu Wulandari warga Kota Bengkulu, Sarah Audia warga Kabupaten Empat Lawang yang menurut informasi bekerja sebagai pemandu lagu serta satu lagi tamu room karaoke yang saat ini belum diketahui identitasnya.

Dari kasus ini pula Tim Macan Gading Satreskrim Polres Bengkulu berhasil menangkap AM (27) warga Penurunan Kota Bengkulu terkait penjualan miras oplosan yang diduga menyebabkan timbulnya korban jiwa akibat mengkonsumsi miras oplosan itu. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*