Destita Khairilisani; Putri Bengkulu yang Siap Bangun Tanah Leluhur

BENGKULU, BE – Apt Destita Khairilisani S.Farm, MSM. mungkin nama ini di sebagian orang Bengkulu belum terlalu familiar. Anak sulung dari dua bersaudara, pasangan Drs H Achmad Sardi dan Hj Sulistyowati SE ini merupakan putri asli Provinsi Bengkulu.

Apt Destita Khairilisani S.Farm, MSM

Ayahnya, Drs H Achmad Sardi berasal dari Desa Kembang Mumpo Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma. Sementara ibunya berasal dari Porworejo Provinsi Jawa Tengah.

Boleh dibilang, Destita Khairilisani ini merupakan si permata terpendam dari Bengkulu. Sebab, Destita yang akrab disapa Tita itu telah berkiprah di nasional, pada bidang Farmasi.

Bahkan profesi apoteker yang ditekuninya itu, telah membawanya ke Amerika Serikat, dan dipercaya memimpin mengembangkan bisnis Farmasi di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Anak-anak cabangnya juga sudah menyebar di wilayah Indonesia.

Wanita karir, kelahiran Semarang, 9 Desember 1982 ini mengakui, ia menekuni profesinya itu, karena latar belakang pendidikannya dari S1 Farmasi dan melanjutkan S2 dengan jurusan Strategi Korporasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

“Memang karena background dari apoteker, saya menekuni kerja di Farmasi yang kantor pusatnya di Amerika Serikat dan Kantor Cabang ada di Jakarta,” ungkap Tita saat berbincang santai dengan BE (grup bengkuluekspress.com), Rabu (16/2).

Tita yang hobi menulis, membaca dan traveling ini, ternyata tidak hanya berkiprah bidang Farmasi saja, tetapi ia juga menekuni usaha tambahan, pada perusahaan keluarga. Baik itu, usaha perkebunan dan usaha lainnya.

“Sekarang lagi proses untuk pengembangan usaha suplay air, di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Karena infrastruktur Bengkulu sudah mulai maju. Banyak kapal laut berlalu lalang di laut Bengkulu, cuma untuk mengisi air tidak ada,” ungkapnya.

Usaha suplay air itu, menurut Tita akan dikembangkan. Selain bisa memancing kepal laut kapasitas besar mampir ke Bengkulu, suplay air itu juga untuk membantu masyarakat sekitar mendapatkan air bersih.

“Jadi akan banyak kapal mampir ke Bengkulu. Atas banyaknya kapal mampir, tentu ekonomi Bengkulu akan berdampak,” tutur Tita.

Perempuan anggun ini, telah dikaruniai 2 orang anak putra dan putri, dengan pasangannya Arief MR yang berprofesi sebagai PNS. Tita yang telah menempuh pendidikan dari SD sampai SMA di Semarang itu, juga memiliki kesibukan lain, selain pekerjaan. Tita juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Baik organisasi profesi maupun organisasi sosial lainnya. Bahkan sering diminta menjadi pembicara pada acara kesehatan maupun sosial.

“Sesibuk apapun, tetap saya luangkan waktu untuk sosial. Karena kita hidup ini, juga harus bersosial,” tambah perempuan ramah, yang pernah menjuarai MTQ di Kota Semarang.

Meski selama ini banyak kesibukan di Jakarta dan Semarang, namun Tita sering pulang ke Bengkulu. Karena Bengkulu merupakan tanah halaman yang tidak bisa dilupakan. Sebab dari Bengkulu, dirinya bisa berkembang hingga berkarir sukses di Nasional bahkan Internasional.

“Saya ada nenek di Bengkulu, saudara saya banyak di Bengkulu. Jadi saya sering pulang ke Bengkulu. Karena Papa sering mengingatkan anak-anaknya untuk tidak boleh lupa dengan kampung halaman,” tuturnya.

Bagi Tita, Bengkulu merupakan daerah yang maju dan berkembang. Namun tetap potensi yang ada perlu dimaksimalkan. Butuh dobrakan yang kuat, untuk membuat Bengkulu lebih maju. Tita memang memiliki cita-cita besar untuk membangun Bengkulu.

“Saya sebagai putri Bengkulu, melihat potensi Bengkulu sangat besar. Karena ada potensi wisata, SDM-nya bagus-bagus,” ujarnya.

Bermodal pengalaman dan ekonomi yang tidak lagi diragukan itu, Tita berniat akan mulai ikut membangun Bengkulu. Dirinya berkeyakinan, dengan komitmen yang tinggi, dirinya bisa memanfaatkan jaringan di pusat yang selama ini ia jalin, untuk ikut berkontribusi membangun Bengkulu maju. Sasarannya tentu bisa ikut berkontestasi sebagai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI dari dapil Bengkulu tahun 2024 mendatang.

“Harapan kita, bisa membantu Bengkulu. Menampung aspirasi masyarakat, melalui perpanjangan tangan DPD RI. Jadi harapan masyarakat Bengkulu ini bisa sampai ke pusat,” tutup Tita. (151)