Darsuan Bakal Diganti

KARANG TINGGI, BE- Kabag Umum dan Perlengkapan Pemkab Benteng, Darsuan yang saat ini ditahan di Lapas kelas II A Bengkulu oleh Kejati dipastikan bakal diganti. Sinyal mutasi ini disampaikan langsung Penjabat Bupati Nana Sudjana Ssos mengomentari pertanyaan wartawan terkait kekosongan pejabat di lingkungan Pemkab kemarin. “Kabag Umum kita ganti, tapi saya belum bisa menyebutkan siapa nama pengganti Darsuan sebagai Kabag Umum dan Perlengkapan nantinya. Jangan sampai sudah disebutkan nantinya tahu-tahu tidak jadi,” jelas Nana dengan nada serius. Ditambahkan Nana, saat ini dia dan tim Baperjakat sedang menggodok nama-nama siapa kira-kira yang cocok menggantikan posisi Darsuan itu. Jelasnya, pejabat bersangkutan harus mempu melaksanakan tugas yang ditinggalkan Darsuan. Posisi Kabag Umum itu bisa diisi dengan PNS di lingkungan Sekretariat Pemkab atau di PNS di dinas lainnya. Hal itu tergantung hasil pengkajian Baperjakat. Nana menegaskan ditahannya Darsuan selaku tersangka proyek PLTMH saat ini tidak mempengaruhi jalannya roda pemerintahan di Bengkulu Tengah. “Namun Darsuan itu selaku bagian dari Pemkab Bengkulu Tengah. Tentu kami ikut beempati dengan yang dialami Pak Darsuan,” jelas Nana. Apakah ada pendampingan hukum terhadap Darsuan? Nana menjawab, hal itu masih diselesaikan secara pribadi oleh Darsuan. Disamping itu, lanjut Nana Pemkab Benteng belum menerima permohonan langsung dari yang bersangkutan, mengajukan permohonan pendampingan hukum atau tidak. “Bila ada permohonan nantinya dari yang bersangkutan, kami siap memberikan bantuan pendampingan hukum,” terang Nana. Selama belum ada pengganti Darsuan yang defenitif, Nana mengatakan untuk sementara pelaksana tugas dikerjakan oleh bidang-bidang yang ada di bawah bagian umum. Nana memastikan memastikan segera menunjuk Plt Kabag Humas dan Perlengkapan Pemkab Benteng dalam hitungan minggu ini. Disisi lain,perihal Darsuan yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTMH, ditegaskan Nana saat proyek itu berlangsung yang bersangkutan bukanlah pejabat di Benteng, melainkan pejabat di lingkungan Pemkab Lebong. Jadi pemkab Benteng tidak tahu menahu dengan perkara kasus itu. (cw2)