Dapat Kucuran Dana Rp 2,7 M, PT Bimex Fokus 4 Bisnis Baru

Foto Suary/BE : Direktur PT. BIMEX Handiro Efriawan 

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Bengkulu PT Bimex pada tahun anggaran 2022 ini mendapatkan kucuran dana penyertaaan modal dari Pemprov Bengkulu sebesar Rp 2,7 M. Dengan dana sebesar itu, PT Bimex akan fokus ekspansi bisnis baru yaitu jasa energi sumberdaya mineral, pupuk, tekstil dan semen.

Direktur PT. Bimex Handiro Efriawan mengatakan, sebenarnya ada 14 core bisnis yang dimiliki oleh PT. Bimex, hanya saja saa ini mereka hanya fokus pada 4 core bisnis saja.

“Seharusnya kita punya 14 core bisnis tapi untuk saat ini kita fokus hanya pada 4 core bisnis saja,” ungkap Handiro, Kamis (19/5).

Handiro mengatakan, untuk bisnis di bidang jasa energi dan sumberdaya mineral melakukan kerjasama dengan PT. Pertamina Retail untuk pertambangan masih proses penjajakan.

“Untuk sekarang kita sudah melakukan MoU dengan PT. Pertamina Retail, selain itu juga sudah ada permintaan dari PLTU Pulau Baai setengah juta ton dan semen indonesia sebesar 7.500 ton untuk batubara tetapi kita masih proses penjajakan untuk supplay-nya,” ungkap Handiro.

Untuk pupuk, kata Handiro, pihaknya bekerjasama dengan PT. Sinka Sinye Agrotama dari Kalimantan. Mereka sudah melakukan MoU dan ditunjuk menjadi distributor tunggal pupuk untuk kelapa sawit Provinsi Bengkulu.

“Untuk penyediaan pupuk kelapa sawit kita bekerjasama PT. Sinka Sinye Agrotama dari Kalimantan untuk menjadi distributor tunggal dan itu sudah MoU,” jelas Handiro.

Sedangkan untuk tekstil bekerjasama dengan PT. Sritex untuk penyedia seragam Korpri hal ini karena lisensi resmi seragam Korpri adalah PT. Sritex. Terakhir untuk kemitraan dengan PT. Semen Padang saat ini sedang penjajakan dalam proses penjajakan.

“Saat ini dengan PT. Semen Padang kita masih dalam penjajakan untuk kemitraan,” katanya.

Di sisi lain, untuk bisnis lama treaming batubara di Pelabuhan Pulau Baai sudah dihentikan sejak tahun 2018, meskipun MoU dengan PT. Pelindo dan anak perusahaannya masih berlaku. Hal itu menurutnya terjadi karena ada indikasi monopoli dari beberapa pihak.

“Untuk bisnis lama kita yaitu treaming batubara sudah tidak lagi, terakhir saya lihat di catatan tahun 2018. Hal ini kita indikasikan adanya monopoli dari pihak swasta dan kita sudah sampaikan kemarin saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II,” jelasnya.

PT. Bimex menargetkan akan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 2 ribu persen dari pendapatan Rp 5 juta dari tahun kemarin. “Kita juga sampaikan bahwa tidak memberikan jumlah tapi lebih dari tahun kemarin yaitu Rp 5 juta target kita 2000% dari itu,” ungkapnya.(CW2/SUARY)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*