Calhaj Diimbau Bawa Makanan Saat Menuju Arafah

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekkah kembali memberikan imbauan kepada jamaah calon haji (calhaj) berbagai hal yang harus dilakukan sebelum menuju Arafah. Setiap jamaah calhaj diharapkan membawa bekal makan siang karena baru memperoleh katering pada makan malam.

Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menjelaskan, jamaah calhaj harus mengetahui jadwal pemberian katering selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Sehingga bisa mengantisipasi dengan membawa bekal seperti roti atau mie instan.

Pelayanan katering jamaah calhaj diberikan di Arafah sebanyak empat kali, mulai makan malam 8-9 Dzulhijjah, di Mina jadwal makan sebanyak 11 kali, 10-13 Dzulhijjah dan di Muzdalifah diberikan satu box makanan ringan yang didistribusikan kepada jamaah di Arafah menjelang keberangkatan ke Muzdalifah.

“Katering¬† diberikan dalam bentuk prasmanan yang dilengkapi dengan pelayanan coffee shop (teh, kopi, susu, dan gula) pada setiap kali penyajian makan kecuali pada tanggal 8-9 malam serta 10 pagi dalam bentuk box,” kata Arsyad kepada MCH di Mekkah.

Arsyad menjelaskan, setiap kloter disediakan satu meja prasmanan dan meja coffee shop. Katering sendiri disajikan sesuai dengan menu dan jadwal yang ditetapkan.

Kemudian perlu juga diatur strategi distibusi agar bisa mengurangi panjangnya antrean makan. Ketua kloter, rombongan dan regu hendaknya mengarahkan tempat makan jamaah haji ke meja prasmanan yang diperuntukkan bagi kloternya.

Kemudian mengatur antrean makan jamaah haji per rombongan bukan per kloter. Masing-masing rombongan diberikan estimasi waktu 10-15 menit dan rombongan yang belum mendapatkan giliran makan tidak perlu berdiri mengantre makan sampai dengan adanya panggilan. Antrian makan per rombongan diatur secara berurutan mulai dari rombongan 1 sampai 9. Pada hari berikutnya dibalik dari urutan nomor yang tertinggi.

“Kalau di Mina, apabila jamaah haji melontar jumrah sebelum mengambil makan agar melaporkan kepada petugas katering untuk menyimpan makanan sampai dengan kedatangan jamaah.

Sementara, distribusi air mineral, buah dan jus melalui ketua rombongan masing-masing,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di setiap maktab ditempatkan dua orang petugas pegawas katering, agar perangkat kloter senantiasa berkoordinasi dengan petugas tersebut.

“Bagi jamaah haji yang mengambil nafar awal, sebelum adanya kepastian kedatangan bus yang akan mengangkut mereka ke Mekkah, diimbau untuk tidak keluar dari tenda dan tetap mengambil jatah makannya terlebih dahulu,” paparnya.(MCH/Fetra)