Buronan Lapas Ancam Warga

LEBONG,bengkuluekspress.com – Warga khusunya kaum wanita di Kecamatan Lebong Atas Tubei hingga Lebong Utara diresahkan dengan belum ditangkapnya Ba (19) yang merupakan resedivis Lapas Anak Bengkulu yang kabur pada akhir bulan Juli yang lalu. Sebab Ba merupakan seorang resedivis dalam 3 kasus, yaitu pencurian dengan kekerasan serta pelaku kasus penganiayaan (351) KUHP dihukum dengan penjara selama 6 tahun 9 bulan.

Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur SIk mengatakan, jika melihat dari foto postingan warga membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah Ba yang sebelumnya berhasil kabur dari Lapas Anak Bengkulu dengan kasus curamor dan pemerkosaan jika tidak salah.
“Saat ini anggota kita sedang turun ke lapangan untuk melakukan pencarian atau pengejaran,” ucapnya.

Menurutnya, Ba memang saat ini terus dilakukan pencairan dikarenakan yang bersangkutan masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Lapas Anak Bengkulu dan kepolisian karena setelah kabur Ba dilaporkan melakukan pemerkosaan.
“Kami harapkan bagi melihat ciri-ciri seperti Ba, agar bisa langsung menyampaikan kepada anggota kepolisian agar bisa langsung secepatnya ditangkap,” imbaunya.

Pelaku berhasil kabur dari Lapas Anak Bengkulu bersama 3 orang lainnya yang berhasil kembali ditangkap. Sedangkan Ba melarikan diri dengan kembali ke Kabupaten Lebong dan kembali melakukan kejahatan pada awal bulan November ini melakukan pemerkosaan terhadap seorang ibu-ibu di pondok kebun Desa Sukau datnag I Kecamatan Tubei.
Selain itu, Ba juga melakukan pembobolan rumah warga di kawasan Lebong Utara serta mengejar pasangan suami istri dengan menggunakan parang serta terbaru warga melihat melintas di daerah Desa tik Teleu dengan membawa parang.

Seperti yang disampaikan akun media sosial facebook bernama Thaenthree Dhiyana yang menulis di dinding FB nya meminta tolong kepada pihak yang berwajib agar Ba bisa segera ditangkap, dikarenakan warga di kawasan Kecamatan Lebong Atas terutama para wanita sudah tidak berani lagi keluar rumah.
“Ba sudah sering berkeliaran membawa pedang dan golok lewat di desa Tik Tleu dan sekitarnya,” tulisnya, Minggu (21/11).(614)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*