Bupati Lebong Panen Raya Padi MT2

PANEN RAYA : Bupati Lebong, Kopli Ansori bersama Kepala DTPHP Provinsi dan FKPD ketika melaksanakan panen raya.

LEBONG, bengkuluekspress.com – Program tanam dan panen 2 kali dalam 1 tahun atau MT2 yang dicanangkan Bupati Lebong, Kopli Ansori mewujudkan Indeks Pertanaman (IP) 100 menjadi IP 200 di Kabupaten Lebong, sepertinya dapat terwujud. Hal ini setalah dilaksanakannya panen raya di Desa Kota Baru Kecamatan Uram Jaya yang menjadi daerah percontohan pelaksanaan MT2.

Berhasilnya panen raya MT2 yang dilaksanakan di Desa Kota Baru seluas 55 hektar, tidak lepas dari kerjasama dari semua pihak baik itu dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, kabupaten dan masyarakat para petani itu sendiri.

Apalagi selama ini beredar mitos bahwa Lebong tidak bisa melaksanakan MT2 dikarenakan berbagai hal, terutama masalah hama tikus yang membuat pelaksanaan tanam padi menjadi gagal. Untuk itulah dibuatlah program pemasmian hama tikus baik itu dengan cara pemburuan dengan diberikan intensif sebesar Rp 3000 setiap ekornya, dengan menggunakan tiran serta pembersihkan lingkungan.

Panen raya sendiri dihadiri langsung Bupati Lebong, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu, Kajari, Kapolres, Anggota DPRD Lebong, Sekda, unsur pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta tamu undangan lainnya.

Bupati Lebong Kopli Ansori mengucapkan syukur karena panan raya untuk MT2 di Kabupaten Lebong bisa dilaksanakan dan hal ini membantah atau mematahkan mitos selama ini tidak bisa MT2 ternyata di Kabupaten Lebong bisa melaksanakan MT2.

“Sebagaimana bisa kita lihat buah padi tumbuh normal seperti hasil pada MT1,” sampainya, Kamis (7/10).

Melihat hasil ini, Pemerintah Kabupaten Lebong akan menjadikan atau memprogramkan skala prioritas untuk pelaksanaan MT2 di tahun 2022 mendatang. Dimana untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Lebong telah mempersiapkan pendukungnya baik itu Alsintan, bibit, pengendalian hama tikus serta yang lainnya.

“Akhir tahun 2020 ini kita mulai MT1 dan pertengahan 2021 kita laksanakan MT2,” ucapnya.

Nantinya di tahun 2022 mendatang akan mewajibkan di seluruh kecamatan (12 kecamatan) di Kabupaten Lebong, untuk melaksanakan MT2 dengan dukungan dari kita serta dari Pemerintah Provinsi Bengkulu yang sangat mendukung Lebong untuk bisa melaksanakan MT2 mulai dari penanaman hingga panen raya.

“Sejak kita mulai MT2 pihak provinsi tidak henti-hentinya memberikan dukungan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DTPHP Provinsi Bengkulu, Ir Ricky Gunarwan mengatakan bahwa dengan suksesnya Kabupaten Lebong melaksanakan MT 2, dapat menutupi kekurangan beras di Provinsi Bengkulu yang saat ini masih terjadi. Jika rata-rata per 1 hektar mampu menghasilkan 4 ton, maka bisa menghasilkan 36 ribu ton dari Kabupaten Lebong. “Ini bisa menjadikan surplus di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Untuk itulah, Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat mendukung dengan apa yang telah diprogramkan oleh Bupati Lebong. Dimana bentuk dukungan dari pemerintah provinsi Bengkulu sendiri salah satunya dirinya intens ke Kabupaten Lebong untuk menudukung Bupati Lebong baik itu berupa bantuan bibit, pestisida, benih, penyuluhan serta bantuan yang lainnya.

Ditambahkan Ricky, Kabupaten Lebong sendiri merupakan daerah terluas nomor 2 untuk luas lahan persawahan setelah Kabupaten Seluma. Sehingga Kabupaten Lebong akan menentukan keberhasilan ketahanan pangan di Provinsi Bengkulu. (614)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*