Bulog Klaim Pasar Murah Efektif Kendalikan Harga

pasar murah

BENGKULU, BE – Bazar pasar murah yang digelar selama bulan Ramadan tahun 2014, yang diselenggarakan  pemerintah daerah, baik  Disperindag Provinsi Bengkulu maupun Disperindag Kota Bengkulu, yang bekerjasama dengan Bulog divre Bengkulu dan pemasok bahan pokok lainnya, terbukti cukup efektif dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Bengkulu.”Selama bazar digelar, stabilitas harga Sembako bisa terjaga,” kata Kepala Bulog Divre Bengkulu, Basirun.
Dikatakanya, pasar murah yang digelar  sejak 24 juni hingga 25 Juli di sejumlah  titik kelurahan dalam kota Bengkulu itu,  bertujuan untuk  memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat yang kurang mampu. Selain itu dalam rangka mengendalikan harga sembako dipasaran umum. Dengan begitu masyarakat tidak terbebani adanya kenaikan harga sembilan bahan pokok yang diluar kewajaran. ” Dalam mengendalikan harga,  Bulog bengkulu menyiapkan produk beras, gula, dan minyak goreng dengan harga yang terjangkau, dibawah harga eceran antara 1300-2000/kg, ” paparnya.
Saat ini harga beras di pasaran  tertinggi  eceran dipasar  Rp 11.248/kg,  dan harga beras terendah Rp 8.235/kg, namun di  pasar murah cukup dijual Rp 7.800/kg. Kemudian gula pasir harga tertinggi dipasaran 11.000/kg, dijual Rp 9.500/kg. Minyak goreng dari Rp 16.167/kg dipasar murah dijual Rp 13.250/kg.  Adanya pasar murah ini, pantauan Bulog perkembangan harga kebutuhan pokok  untuk tiga bahan tersebut, selama bulan juli cukup stabil, “Ini dampak positif dari digelarnya pasar murah. Selain juga didukung oleh stok dan pasokan yang memadai, ” bebernya.
Masyarakat di Bengkulu diimbau untuk tidak kkawatir dengan stok beras dan gula di pasaran. Pasalnya  kedua bahan yang selalu diincar jelang lebaran ini cukup melimpah. Tercatat stok beras   sebanyak 6.409 ton. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 6.200 ton. Begitu juga dengan stok gula  yang tersedia sebanyak, 286 ton, gula yang disuplai dari dua gudang itu yakni 154 ton dari Malang, Jawa Timur, dan 132 ton dari DKI jakarta. Jumlah ini akan kembali dipasok pada empat bulan kedepan, karena saat ini masih dalam proses penggilingan”, tandasnya. (247)