Bermani Kopi Go Internasional

IST/BE
Dubes RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal (pakai batik) saat menunjukkan Kopi Bermani dalam event pameran Festival Pasar Senggol Turki (PST) Tahun 2022.

CURUP, BE – Kopi Bermani atau Bermani Coffee sudah mulai go Internasional. Hal ini setelah kopi peraih mendali emas ajang Kejuaraan Kopi Internasional AVPA 2019 tersebut ambil bagian dalam event pameran Festival Pasar Senggol Turki (PST) Tahun 2022.

“Alhamdulillah Bermani Coffee dipercaya ambil bagian dalam kegiatan Festival Pasar Senggol di Turki tahun 2022 ini,” kata Owner Bermani Coffee, Haris Gunawan dikonfirmasi BE, Senin (6/6).
Diungkapkan Haris, Bermani Coffee bisa ambil bagian dalam kegiatan yang dilaksanakan kolaborasi Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) dan Kementerian BUMN dengan Konsulat Jenderal di Istanbul, Turki, yang dikemas dengan konsep Pasar Senggol khas Indonesia tersebut berkat kerjasama dengan Rumah BUMN PLN Kepahiang yang merupakan binaan PT PLN (Persero) UIW S2JB.

“Dengan hadirnya Bermani Coffee dalam ajang tersebut, maka tak hanya Bermani Coffe yang menjadi terkenal. Namun kopi Bengkulu bahkan Bengkulu secara luas,” ujar Haris.
Sementara itu, salah satu Fasilitator Rumah BUMN PLN S2JB, Agung Yudha Prawira menjelaskan bahwa Pasar Senggol Turkey sebagai ajang promosi UMKM Mitra BUMN menembus pasar Internasional.

Kegiatan tersebut diikuti oleh oleh mitra Rumah BUMN Binaan PLN, BRI, BNI, Pertamina dan Mandiri dan beberapa UMKM dari Negara Thailand dan Malasysia Juga para 80 UMKM Indonesia di Turki dengan tema pasar Pasar Senggol khas Indonesia (Indonesian Traditional Market).

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Mitra unggulan PLN adalah Kopi Bermani yang membawa 3 jenis produk yaitu kopi bubuk, roastbean dan greenbean dan Rumah Madu Hutan Jambi yang membawa 5 macam jenis produk yaitu Madu Akasia, Madu Kelulut, bee power, bee pollen dan honey combs.

“Melalui kegiatan ini semoga dapat berkelanjutan sehingga semakin banyak UMKM Mitra unggulan rumah BUMN khususnya PLN berkesempatan untuk menunjukkan daya saing kualitas produk lokal kepada dunia,” harap Agung.
Selain itu, Agung juga berharap dengan kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara untuk membangun jaringan distribusi dan penjualan produk ke berbagai negara di eropa.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, kegiatan ini dikunjungi petinggi perusahaan besar seperti Indofood dan Unilever di Turkey, mereka memberi masukan jika Istanbul merupakan jalur Sutra, sehingga menjadi arah yang tepat untuk memesarkan dan memperkenalkan produk yang dimiliki Indonesia.

“Ini dikarenakan jika kualitas produk yang kita miliki dapat menyesuakan standar dari Istanbul. Dengan kegiatan ini diharapakan dapat membuka jalan ke pasar yang lebih luas, karena kebanyakan pasar Eropa merupakan produk yang telah di proses di Istanbul,” pungkas Agung. (251)