Berita Hoax Sangat Masif Pecah Belah Bangsa

Ryaas Rasyid

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Sebagai upaya menjaga dan membangun integritas nasional Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid selaku Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengatakan, ini pertama kalinya APPSI mengangkat topik kebangsaan.

Berangkat dari situasi yang menurut pihaknya semakin membahayakan kehidupan berbangsa seperti berita hoax yang sangat masif memecah bela rakyat dan melalui kegiatan ini pihaknya ingin memperingatkan Pemerintah akan situasi integrasi nasional yang terancam saat ini.

“Ini pertama kali kita mengangkat topik ini, karena kita mengamati situasi semakin membahayakan masa depan bangsa. Berita – berita hoax yang semakin masif seolah-olah itu biasa saja ini kita kasih warning bangsa ini jangan sampai pecah,” ujar Ryaas, Senin (20/6).

Banyaknya perilaku – perilaku diskriminatif dalam penegakan hukum yang bertentangan dengan Pemerintah atas nama suku, agama, ras dan etnis yang memiliki potensi menimbulkan perpecahan. Dengan upaya pendekatan dialogis dalam merangkul dan berperilaku integratif.

“Jadi penekanannya itu membangun kembali perilaku integratif, kita harus saling merangkul jangan terus menerus menciptakan musuh dengan perilaku hukum yang diskriminatif itu semua menimbulkan perpecahan dan APPSI perihatin dengan itu,” sambung Ryaas.

Ryaas juga menyampaikan bahwa ASN memiliki peranan penting dalam upaya menjaga integritas nasional dan mengingatkan kembali ASN akan peran dan tanggung jawabnya.

“Harapan kita kedepan ini indonesia semakin damai semakin tentram dan tadi kita bahas dalam berbagai dimensi ya supaya paham para ASN jangan sampai menganggap seperti biasa saja, ASN harus tahu mereka punya beban yang mereka pikul agar kelangsungan bangsa ini tetap terjaga,” tambahnya .

Guru besar FISIP Universitas Indonesia Prof. Iwan Gardono Sujatmiko juga menyampaikan nahwa integrasi nasional harus dibangun inklusi secara regional berbasis kewilayahan, kemudian vertikal antara pemerintah dan masyarakat serta secara horizontal antar sesama masyarakat. Bahwa pada dasarnya integrasi nasional tidak hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga seluruh warga bangsa.

“Integrasi nasional harus bersifat inklusi baik horizontal, vertikal dan regional, karena tidak hanya tanggung jawab Pemerintah tapi juga seluruh warga bangsa,” tutup Iwan.(CW2/Suary).